Tiga Bulan, 41 Motor Hilang

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 09 April 2019 - 13:03:10 WIB   |  dibaca: 636 kali
Tiga Bulan, 41 Motor Hilang

PROFESIONAL : Dua pelaku curanmor di wilayah hukum Polres Cilegon yang dipamerkan di Mapolres Cilegon, Senin (8/4).

CILEGON - Kasus pencurian sepeda motor marak di wilayah hukum Polres Cilegon. Dalam empat bulan, ada 41 kasus pencurian sepeda motor atau curanmor. Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pihaknya sementara ini terlah berhasil membekuk tiga terangka, dan mengamankan 14 sepeda motor hasil curian.

Salah satu kasus yang diungkap Polres Cilegon adalah kasus pencurian sepeda motor di Pantai Sambolo dan di Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Rizki menjelaskan, dari kasus di Cinangka tersebut, pihaknya mengamankan SY, WH, dan RH. WH dan RH diketahui sebagai pelaku yang mengambil sepeda motor atau istilahnya memetik. Hasil petikannya tersebut, diserahkan ke SY. “Kita pertama mengetahui saat SY memakai motor yang hilang milik salah satu korban curanmor.

Pada bagian bodi beberapa sudah diubah, namun ada beberapa ciri yang masih terlihat. Kemudian, kami menangkap SY lalu melakukan pengembangan, kita ambilah WH dan RH selaku pemetik,” kata Rizki didampingi jajarannya saat konferensi pers kasus curanmor di Mapolres Cilegon, Senin (8/4).

Dari tangan jaringan curanmor tersebut, kata Rizki, pihaknya mengamankan 11 sepeda motor dari 11 lokasi yang berbeda. Beberapa sepeda motor sudah di modifikasi. “Kita amankan sepeda motor, kunci letter T dan magnet, serta plat nomor palsu dari tangan para tersangka,” lanjutnya.

Lebih lanjut Rizki mengatakan, selama 2019 ini, pihaknya telah mengamankan 14 unit sepeda motor hasil curian. Total, di Mapolres Cilegon masih ada 28 unit sepeda motor hasil curian yang belum diambil pemiliknya. “Bagi yang kehilangan sepeda motor, untuk membawa bukti kepemilikan seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB ke Polres Cilegon,” katanya.

Rizki juga mengimbau kepada pemilik sepeda motor menambahkan kunci ganda, dan mengunci stang dengan cara dibelokan ke arah kanan. “Jadi kalau ngunci stangnya ke kanan, si pelaku curanmor kesulitan mengambil,” jelasnya seraya mengatakan, tiga tersangka tersebut dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

RH, salah satu pelaku mengatakan, dalam aksinya mereka mengincar kendaraan yang terparkir di tempat yang sepi. Menggunakan besi magnet untuk membuka lubang kunci dan menggunakan kunci letter T untuk menjebol kunci, RH hanya membutuhkan waktu 5 detik untuk mengambil motor.

RH sendiri mengaku mendapatkan peralatan besi magnet dan kunci letter T di rongsokan yang ada di sekitar Anyer.  “Saya dulunya kerja di Perkebunan Sawit di Kalimantan. Tapi di PHK, nganggur di rumah, karena tidak ada pekerjaan sementara kebutuhan hidup terus berjalan, saya melakukan ini,” ungkapnya. (gillang) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook