Listrik di Pulopanjang Kini 24 Jam

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 10 April 2019 - 14:12:00 WIB   |  dibaca: 158 kali
Listrik di Pulopanjang Kini 24 Jam

TERANG BENDERANG: Direktur Regional Jawa Bagian Barat (JBB) PLN Haryanto W.S secara simbolis menyalakan lampu di salah satu rumah warga, Selasa (9/4).

PULO PANJANG - Penantian panjang warga Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang untuk dapat menikmati listrik 24 jam kini sudah mereka rasakan berkat kerja keras PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Kemarin (9/4) menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Desa Pulo Panjang dan mungkin tidak bisa dilupakan oleh mereka. Raut wajah bahagia terpancar dari wajah-wajah yang sebagian mulai menua. Tangis bahagia juga terlihat menyelimuti Wahyu Ifan Setiawan, Plt Kepala Desa (Kades) Pulo Panjang. Wahyu sesekali mengusap air matanya saat memberikan sambutan.

Sama seperti hari-hari biasa ketika sedang tidak terjadi hujan, sinar matahari di langit Pulo Panjang begitu terasa panas. Sinar matahari yang panas itu dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk menjemur ikan teri di halaman rumah mereka. Ikan teri berwarna putih itu merupakan hasil tangkapan suami mereka selama berhari-hari mencari ikan di laut. Bahkan, dari mereka ada yang pulang melaut satu pekan sekali.

Pagi itu, waktu menunjukan pukul 07.57 WIB, rombongan pegawai PT PLN dari Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Unit Induk Distribusi (UID) Banten, dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten didampingi oleh Asda I Pemkab Serang Asep Saepudin, Camat Bojonegara Sutikno, dan Camat Puloampel Encep Benyamin Sumantri.

Sementara itu, pegawai PLN yang sudah lebih dulu datang ke Pulo Panjang bersama pegawai desa sibuk melakukan persiapan untuk kegiatan launching penyalaan listrik 24 jam dan 100 persen meterisasi pelanggan PLN. Launcing sendiri diawali dengan kegiatan seremonial, kemudian pemotongan tumpeng nasi kuning, dilanjutkan dengan penyalaan lampu secara simbolis, dan diakhiri dengan pemotongan pita.

Tepuk tangan dari warga dan pegawai PLN mengiringi kegiatan yang berlangsung di halaman kantor desa tersebut karena di Pulo Panjang, listrik sudah menyala 24 jam dari yang sebelumnya hanya 12 jam dari mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB.

Tidak hanya itu terdapat 112 kepala keluarga (KK) yang selama ini nyalur ke rumah saudaranya mendapat bantuan meteran gratis dari PLN. Dengan demikian warga yang telah memiliki KWH sebanyak 803 KK. “Awalnya kami pesimis masyarakat di Pulo Panjang ini bisa menikmati listrik 24 jam tapi ternyata hari ini (kemarin-red) rasa pesimis kami tidak terbukti” kata Wahyu.

Di Pulo Panjang memang listrik sudah masuk sejak tahun 1984 namun hanya menyala 12 jam, sehingga pada siang hari masyarakat tidak bisa melaksanakan kegiatan yang memerlukan tenaga listrik. “Mudah-mudahan dengan teralisasinya listrik 24 jam ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sini dan tidak lagi menjadi desa tertinggal,” ujarnya.

Meski telah menyala 24 jam, namun listrik di Pulo Panjang tetap masih menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Adapun biaya yang dibutuhkan untuk menambah mesin sehingga bisa menyala 24 jam tersebut sekitar Rp750 juta dengan pengerjaan memakan waktu dua minggu. “Untuk menghadirkan listrik 24 jam ada penambahan BBM, pengantian trafo, dan yang lainnya,” ujar Manager UP3 Banten Utara, Sugeng Widodo.

Hadirnya listrik 24 jam di Pulo Panjang tersebut diakui sebagai bentuk hadirnya negara dalam bentuk pemberian subsidi listrik kepada masyarakat. “Kalau kita hitung dalam satu hari negara hadir sekitar Rp5 juta dan kalau setahun Rp1,8 miliar untuk penambahan agar menyala 24 jam. Untuk yang 112 KK menggunakan pra bayar,” tuturnya.

Pada siang hari kapasitas listrik yang digunakan, yaitu 100 kilovolt-ampere (KVA) sedangkan pada malam hari kapasitas listrik yang digunakan, yaitu 220 sampai 250 KVA. “Kita juga masih ada cadangan 100 KVA karena maksimlanya 350 KVA. Itu cadangan barangkali nanti ada yang tertarik untuk membangun industri seperrti koveksi dan lainnya,” paparnya.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat (JBB) PLN Haryanto W.S mengingatkan kepada warga Pulo Panjang agar penggunaan listrik menjadi pendorong kegiatan listrik dan bukan kegiatan yang konsumtif. “Dalam lima tahun Pak Presiden (Joko Widodo-red) memerintahkan untuk membangun gardu induk dan transmis untuk 35.000 MW untuk seluruh Indonesia,” ungkpanya.

Pria berkacamata itu menuturkan, perlu ada penambahan mesin agar listrik yang menyala 24 jam di Pulo Panjang bisa lebih baik lagi. “Ke depan kalau sudah ada drumnya pengangkutan BBM menggunakan kapal sehingga pembelian BBM tidak setiap hari tetapi cukup dua minggu atau satu bulan sekali,” katanya.

Asda I Pemkab Serang Bidang Administrasi Asep Saepudin Mustopa mengatakan, harapan warga Pulo Panjang untuk bisa menikmati listrik 24 jam sudah berlangsung lama dan sering disampaikan kepada Pemkab Serang. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PT PLN yang sudah menghadirkan listrik 24 jam di Pulo Panjang ini,” kata Asep.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2004 ada rencana pembangunan jaringan listrik bawah laut namun sampai saat ini belum juga terealisasi. “Dari dulu PLN di Pulo Panjang tidak pernah untung tapi perhatian pemerintah benar-benar diberikan ke warga Pulo Panjang. Saya berharap aset PLN yang ada di Pulo Panjang bisa dijaga dan dirawat dengan baik dan listrik yang ada dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya pula,” ujarnya.

Dengan hadirnya listrik 24 jam tersebut, Asep berharap kegiatan ekonomi di Desa Pulo Panjang lebih menggeliat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimilikinya. “Di sini (Pulo Panjang-red) kan warganya mayoritasnya nelayan, kemudian penghasil ikan teri terbaik. Semoga dengan menyalanya listrik 24 jam bisa membantu percepatan pengeringan. Jangan sampai listrik habis hanya untuk nonton tv,” paparnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook