Sopir Angkot Cemas dengan Bajaj Qute

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 10 April 2019 - 14:19:36 WIB   |  dibaca: 436 kali
Sopir Angkot Cemas dengan Bajaj Qute

BANYAK SAINGAN : Angkot melintas di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG – Baru sepekan lebih sosialisasi, kehadiran bajaj qute salah satu moda transportasi massa baru di Kota Serang mulai menuai protes dan keluhan dari sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot) dan ojek pangkalan (opang) di Kota Serang.

Kekhawatiran mereka pada angkutan massa dari India tersebut umumnya adalah akan berkurangnya pendapatan mereka jika bajaj qute mulai resmi beroperasi di Ibu Kota Provinsi Banten. Alhasil, baik pengemudi angkot dan opang mendesak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang untuk mengurangi jumlah unit kendaraan dan batasan operasionalnya.  

Salah seorang sopir Angkot Kota Serang yang protes kehadiran bajaj qute adalah Saudi. Ia keberatan sekali dengan keberadaan bajaj qute di Kota Serang. Menurutnya, kehadiran bajaj qute akan semakin mengurangi sewa penumpang angkotnya. “Pengaruh mah tidak terlalu. Cuman takut kesaingan.

Ya sedikitlah ada persaingan. Udah Go Car juga udah, sekarang ditambah ada lagi bajaj,” kata Saudi yang ditemui di kediamannya di Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, kemarin siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia menuturkan, pendapatan dari hasil sopir angkotnya per hari bisa membawa pulang uang senilai Rp 150 ribu kotor. Namun ia tak tahu ke depannya bila bajaj qute telah resmi beroperasi di Kota Serang. “Pendapatan saya Rp 150 ribu.

Cuman kalau ada bajaj tidak tahu nanti pendapatannya. Rejeki emang sudah diatur Allah, cuman kalau ada bajaj waduh itu lebih berat lagi. Kalau bisa mah dihilangkan ajalah soalnya Kota Serang ini kan kota kecil,” tuturnya.

Namun lanjut dia, dirinya tak keberatan bila bajaj qute hanya difokuskan beroperasinya di kawasan perumahan atau lingkungan masyarakat. “Kalau ngambilnya sewanya (penumpangnya) di kampung atau perumahan tidak terlalu masalah. Tapi kalau di jalan umum merasa tersaingi,” tutup dia.

Hampir setali tiga uang dikatakan sopir angkot Kota Serang lainnya Agung Maulana. Menurut Agung, hadirnya bajaj qute menambah persaingan dalam memperebutkan sewa penumpang. “Pengaruh banget, Mas, karena Kota Serang kota kecil. Ditambah lagi adanya bajaj, udah ada Gojek, Go Car dan Grab, sopir angkot tambah sepi penumpangnya.

Bukannya masalah apa ya. Kasihan sama sopir-sopir yang sudah berumah tangga dia sudah punya beban,” ujar Agung, yang ditemui di perempatan patung polisi Kemang, Kecamatan Cipocok Jaya, kemarin siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Ia juga meminta kepada Pemkot Serang untuk membatasi operasional kendaraan mungil itu. Sebab selain khawatir menganggu trayek angkot juga akan menambah kemacetan di Kota Madani Kota Serang.“Kalau dia ngambil penumpangnya di perumahan atau kampung-kampung, tapi kalau si bajaj mengambil di jalan mengganggu trayek. Satu mengganggu jalan raya karena Kota Serang ini kan jalannya sempit. Setiap pagi dan tiap sore Kota Serang itu macet apalagi kalau ada bajaj. Makin macet. Mengganggu banget gitu mas,” pinta dia.

Karena itu dengan tegas Agung mendesak kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menghapus bajaj qute sebagai angkutan massa di Kota Serang. “Kalau bisa bajajnya ditutup aja karena mengganggu dengan sopir-sopir angkot. Sekarang kita dapat Rp 150 ribu itu belum setor. Dulu mah kita dapat Rp 250-300 ribu, sekarang ada Go Car, Grab, dan Gojek.

Kalau bisa mah kendaraan aplikasi itu juga ditutup saja, karena dari dulu juga angkot mah sudah ada kalau angkutan umum berbasis aplikasi mah baru sekarang-sekarang ini,” ketusnya.  
Keluhan terkait bajaj qute pun dilontarkan pengemudi ojek pangkalan (Opang) Terminal Pakupatan Kota Serang Bandos.

Ia mengusulkan kepada instansi terkait agar bajaj qute diatur tempat untuk mencari sewa penumpangnya. “Sebelumnya ada angkutan umum berbasis online. Ditambah ada bajaj itu. Ya kepengennya mah sih emang boleh diadakan cuman ngetemnya jangan di terminal lah di luar. Cari ngeteman sendiri. Jangan udah di sini ada angkutan umum, Grab, Go Car, Gojek, ditambah bajaj masuk wah tambah hancur (penghasilan),” gerutunya ditemui di Terminal Pakupatan Serang sekitar pukul 15.00 WIB.

Ia mengungkapkan, sejak kehadiran angkutan umum berbasis online hadir, pendapatan perharinya menurun drastis, sehingga kehadiran bajaj qute pun dikhawatirkan akan semakin menambah persaingan dan mengurangi pendapatannya. “Beuh sangat-sangat parah. Pokoknya benar-benar kesaing deh. Kayak-kayak kita gini. Sebelumnya sih pengen nyari Rp 100 – Rp 120 ribu cepet. Sekarang mah pengen nyari panglaris aja harus nunggu satu-dua jam,” keluh Bandos.

Dari sejumlah pengemudi angkot dan pengendara opang, tak semua pengendara jasa angkutan umum di Kota Serang menolak kehadiran bajaj qute. Muhammad Adi, pengemudi Grab merasa enjoy dan tak takut tersaingi bila bajaj qute resmi beroperasi di Kota Serang. “Saya tidak merasa tersaingi karena rejekinya kan sudah ada yang ngatur,” kata Adi.

Ia menjelaskan, bajaj qute tidak dapat mengambil sewa secara sembarangan karena akan dibatasi untuk beberapa kilometer. Selain itu, tidak seluruh wilayah terjangkau dan bajaj qute sendiri hanya boleh mengambil penumpang Kota Serang tapi kalau dari luar ke dalam tidak diperbolehkan.

Karena itu, bila ke depan Bajaj Qute jadi bergabung dan berbasis aplikasi online pun, dirinya malah merasa senang dan antusias karena dengan begitu tarifnya akan ditentukan oleh pihak pemilik aplikasinya. “Sekarang pun dengar-dengar mau bergabung juga salah satu aplikasinya yaitu Grab. Nah itu kami antusias. Berarti tarifnya pun tidak main-main karena sudah dibagi. Tapi mungkin untuk ojek pangkalan mungkin itu yang jadi kendala karena kan tarifnya nego-nego dengan penumpangnya,” jelas dia.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Bambang Gartika Thoyib mengatakan, bajaj qute hanya akan mengambil sewa penumpang dari wilayah kawasan atau lingkungan warga. “Angkutan kawasan hanya menarik muatan dari kawasan yang tidak dilalui angkutan trayek,” singkatnya via pesan whatsapp kemarin malam. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook