25 Tahun Dikubur, Jasad Guru Ngaji Masih Utuh

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 11 April 2019 - 14:53:10 WIB   |  dibaca: 765 kali
25 Tahun Dikubur, Jasad Guru Ngaji Masih Utuh

GOTONG ROYONG : Petugas makam di TPU Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel disaksikan sejumlah warga ahli waris memindahkan makam, Rabu (10/4).

KOTA TANGSEL - Ratusan jasad dipindahkan dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemindahan jasad Itu dilakukan imbas dari proyek pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere.

Pada proses pengerjaan penggalian makam di hari kesembilan, sejumlah penggali kubur dan warga sempat dibuat heboh lantaran ada dua mayat yang ditemukan masih dalam kondisi utuh, walaupun telah dikubur selama puluhan tahun.

Pengurus makam TPU Bambu Apus, Irpan Soleh (45) mengatakan, kedua jasad itu adalah almarhumah Sainah binti Midi dan almarhum Asmawi bin Aselih. Semasa hidup, keduanya memang dikenal sebagai pribadi yang saleh dan baik dengan warga sekitar. Kata Irfan, Mak Sainah, biasa warga Bambu Apus menyebut, dimakamkan tahun 1994 atau 25 tahun silam.

“Mak Sainah, saya inget betul. Dulunya almarhumah ini guru ngaji rumahan, anak-anak kecil disini (Bambu Apus red) belajar ngaji ke Mak Sainah. Bahkan saya juga bisa ngaji dari Mak Sainah,” kata Irpan kepada wartawan di sela-sela proses pemindahan jasad di TPU Bambu Apus, Rabu (10/4).

Selain guru ngaji, lanjut Irpan, Mak Sainah tidak pernah ketinggalan salat berjamaah di musala, bahkan Mak Sainah itu sering menjadi iman salat berjamaah kaum wanita. Selain itu, setiap ada pengajian di sekitar Kelurahan Bambu Apus, Mak Sainah selalu menghadiri. “Di Bambu Apus ini, salat berjamah kaum pria dan wanita dipisah, kaum wanita salat berjamah di musala. Sementara kaum pria di masjid. Di musala itu Mak Sainah menjadi imam salat berjamaah kaum wanita,” ujarnya.

Sedangkan almarhum Asmawi bin Aselih, kata Irpan, adalah sosok taat beribadah, bersahaja, dan bertanggung jawab kepada istri dan orang tuanya. Asmawi meninggal 12 tahun silam akibat sakit. “Tentu ini, pelajaran berharga buat kita semua yang masih diberi kesempatan masih hidup, untuk taat beribadah dan berbuat baik,” ucapnya.

Terkait jumlah makam yang sudah dipindahkan, Irpan menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 546 makam yang dipindahkan. Ditargetkan pemindahan makan dilakukan selama tiga pekan. “Nanti jasad-jasad ini kita pindahin ke sisi sebelah kanan yang tidak terkena jalur tol. Untuk area lahan yang baru ini, kontraktor Tol Serpong-Cinere meyediakan lahan makam baru seluas 6.000 meter persegi. Semua proses dilakukan sesuai syariat Islam dan disaksikan oleh pihak ahli waris,” katanya.

Menurutnya, jenazah dimandikan terlebih dahulu lalu dikafani, dan disalatkan. Baru setelah itu dimakamkan di tempat pemindahan. Meski jumlah makam yang dipindahkan jumlahnya cukup banyak, namun, dia bersyukur lantaran proses pemindahan makam dapat berjalan lancar dan tidak ada kendala. “Alhamdulillah prosesi pemindahan makam berjalan lancar dan tidak ada kendala. Semoga kondisi seperti ini dapat terjaga hingga semua makam rampung dipindahkan ” imbuhnya.

Irpan menambahkan, untuk memudahkan ahli waris melakukan ziarah, pihaknya melakukan pemindahan di lokasi yang tidak jauh dari tempat makam sebelumnya, dan pelaksanaan pemindahan disaksikan oleh keluarga ahli kubur. “Semua perwakilan ahli kubur diundang untuk menyaksikan pemindahan makam jadi tidak ada masalah sama sekali,” tutupnya.

Sementara itu, Staff Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Tol Serpong Cinere, Fuji Leksono mengatakan, luas tanah makam lama yang digunakan untuk lintasan tol Serpong-Cinere seluas 5.960 meter persegi. “Digantinya 6.000 meter persegi untuk lahan makam baru, enggak jauh dari makam lama,” kata Fuji yang menyaksikan pemindahan makam di TPU Bambu Apus.

Fuji menambahkan, proses relokasi dilakukan secara bersama-sama beberapa makam, disaksikan pihak keluarga. Tulang jasad yang masih ada dalam kubur dimasukkan ke dalam peti sekira seukuran panjang satu meter dan lebar 30 centimeter. Setelah dimasukkan ke dalam peti yang sudah dilapisi kain kafan, peti dibawa ke makam baru yang sudah digali menggunakan beko. “Warga menyaksikan proses penguburan sambil dibacakan doa oleh amil,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook