898 Ekor Burung Selundupan Asal Sumsel Mati

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 April 2019 - 10:29:44 WIB   |  dibaca: 100 kali
898 Ekor Burung Selundupan Asal Sumsel Mati

DIGAGALKAN : Petugas memperlihatkan burung dalam keranjang yang berhasil diamankan di Polres Cilegon, Jalan Sudirman, Kota Cilegon, Kamis (11/4). Ribuan burung yang berhasil diamankan dari Pulau Sumatera yang akan dijual ke Pasar Pramuka Jakarta ini tidak mempunyai dokumen resmi.

CILEGON - Upaya penyelundupan burung dilindungi dari Sumatera ke Jawa kembali digagalkan petugas dari Polres Cilegon bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Serang, Kamis (11/4) dinihari.Selain ribuan ekor burung, petugas juga mengamankan dua orang pembawa burung itu serta kendaraan minibus Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BG 1386 HE yang digunakan.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, penggagalan penyelundupan burung-burung ini dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB.Petugas dari Polres Cilegon bersama BKSDA Serang, yang mencurigai kendaraan minibus Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BG 1386 HE turun dari kapal di dermaga Pelabuhan Merak. Setelah dibuntuti, petugas menghentikan kendaraan itu di fly over Pelabuhan Merak.

Di dalam kendaraan tersebut terdapat peti yang diduga untuk mengangkut burung, lalu kendaraan diberhentikan.Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdan Putra mengatakan, pihaknya mengamankan dua pelaku yang berinisial MUE dan MI.

Para pelaku diamankan lantaran membawa sekitar 1.000 ekor burung dan 30 diantaranya jenis yang dilindungi. “Dalam pengiriman burung tersebut pelaku tidak membawa SKKH (Surat Keterangan Karantina Hewan) dari Balai Karantina Pertania dan SATS-DN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri) BKSDA asal di Sumatera,” katanya.

Dikatakan Dadi, ribuan ekor burung tersebut diangkut dalam satu unit minibus yang saat ini sudah diamankan pihaknya. Burung-burung yang berasal dari hutan di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut akan dikirim ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur. “Ketika dilakukan interogasi terhadap para pelaku mengakui bahwa burung-burung tersebut diangkut atau dibawa tidak dilengkapi surat ijin atau dokumen,” jelasnya.

Menurut Dadi, para pelaku dipersangkakan dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang RI Nomor 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dan UU RI Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan. “Kedua pelaku warga Sumatera Selatan. Dalam penangkapan tersebut, kami menerjunkan tujuh petugas dan dibantu anggota BKSDA dan satu pegawai DLHK Provinsi Banten,” imbuhnya.

Kepala Seksi Karantina Hewan pada BKP Kelas II Cilegon Rifki Danial mengatakan, dari ribuan ekor burung yang diamankan, 898 ekor diantaranya sudah mati. Adapun burung yang masih hidup masih dalam proses penghitungan. “Ada yang dilindungi seperti cucak ijo, cucak rante, dan cucak mini,” jelasnya.

Dari semua burung tersebut, kata Rifki, tidak disertai SKKH dari BKP Bakauheni. Nilai dari burung yang selundupkan tersebut sekitar Rp 25 juta. “Saat ini ditangani Polres Cilegon, kalau yang masih hidup tentu akan dilepasliarkan,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook