Nyoblos Dua Kali Bisa Dipidana

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 12 April 2019 - 10:41:19 WIB   |  dibaca: 191 kali
Nyoblos Dua Kali Bisa Dipidana

PLENO: Suasana rapat pleno terbuka tentang DPT hasil perbaikan, di kantor KPU Lebak berjalan lancar, Kamis (11/4).

RANGKASBITUNG- Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lebak Ade Jurkoni mengatakan, pemilih yang memilih (nyoblos) lebih dari satu kali akan terkena sanksi pidana. Pernyataan itu disampaikan Ade usai rapat pleno DPT perbaikan pasca putusan MK yang membolehkan surat keterangan domisili menjadi syarat memilih, di aula kantor KPU Lebak, Rangkasbitung, Kamis (11/4)."Memilih lebih dari satu TPS tak boleh. Kalau terbukti maka bisa kena pidana kurungan penjara dan denda," kata Ade.

Menurutnya, larangan menggunakan hak pilih lebih dari sekali termuat dalam pasal 517 undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Dalam pasal tersebut menjelaskan larangan adanya tindakan memilih sebanyak dua kali."Larangan memilih lebih dari satu kali tak dapat ditawar-tawar lagi. Pemilih hanya boleh memilih di satu kali di TPS," katanya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, tindakan pemilih lebih dari satu kali akan berujung terganggunya tahapan pemilu. "Jika terbukti ada pemilih yang memilih lebih dari satu kali maka Bawaslu dapat merekomendasikan PSU (pemungutan suara ulang)," katanya.

Ade berharap, baik peserta pemilu dan penyelenggara bersama-sama mengawasi dan mencegah adanya warga sampai memilih dua kali. "Mari kita sama-sama kontrol agar penyelenggaraan pemilu berjalan tertib, aman dan lancar," katanya.

Ade mengaku tidak segan menindak tegas ketika terbukti melakukan pelanggaran. Seperti kepada dua orang anggota pengawas Desa Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar. "Dua hari lalu Bawaslu memberhentikan dua pengawas Desa Kalanganyar. Pengawas desa kita temukan terindikasi tak menjaga netralitas," katanya.

Ade menegaskan, pihaknya tak segan-segan apabila ada jajarannya bermain-main dengan peserta pemilu. "Tegas kita berhentikan. Indikasinya dia (dua orang pengawas desa) mengajak salah satu calon tertentu ke jajarannya ke masyarakatnya agar memilih salah satu peserta pemilu dibuktikan sama whatsapp," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Lebak Ni'matullah menuturkan, kegiatan rapat pleno berjalan lancar. "Data DPT yang masuk ke kami sudah disahkan lewat rapat pleno. Ini tindak lanjut pasca putusan MK yang mengakomodir suket untuk memilih pada hari H, cuma sisi waktu dari jam 12.00-13.00, mereka masih tetap diakomodir di TPS masing-masing," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook