Mabes Polri Pantau Kesiapan Pengamanan Pemilu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 April 2019 - 11:04:54 WIB   |  dibaca: 122 kali
Mabes Polri Pantau Kesiapan Pengamanan Pemilu

SAMBUTAN : Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan sambutan saat tim Mabes Polri memantau persiapan pemilu, kemarin.

SERANG- Tim asistensi dan supervisi operasi mantap brata (OMB) Mabes Polri 2019 melakukan pemantauan persiapan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di wilayah hukum Kabupaten Serang, Kamis (11/4).

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan bahwa wilayah hukum Polres Serang terbagi menjadi tiga wilayah hukum, yaitu Polres Serang, Polres Serang Kota dan Polres Cilegon, Polres Serang akan dibantu oleh BKO TNI dan Brimob Polda Banten.

"Dalam pilkada serentak ini, ada beberapa titik kerawanan di wilayah Polres Serang yaitu di Kecamatan Tanara dan Kecamatan Tirtayasa yaitu Pulo Tunda," kata Indra saat menyampaikan sambutannya di hadapan tim asistensi dan supervisi OMB Mabes Polri, di Mapolres Serang.

Melihat situasi itu, Indra meminta tim dari Mabes Polri untuk ikut membantu memberikan pengarahan dalam melaksanakan pengamanan pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Serang agar berjalan aman dan tertib."Mohon bimbingan dari tim supervisi dan asistensi Mabes Polri untuk arahan anggota yang akan pengaman  di TPS tanggal 17 April 2019 nanti," pintanya.

Sementara itu, Ketua Tim Supervisi dan Asistensi Mabes Polri Brigjen Pol Nasri mengatakan, saat ini banyak informasi-informasi bohong atau hoax di media sosial yang sengaja dibuat untuk menciptakan situasi menjadi tidak aman."Jadi saat ini sudah terjadi perang isu, baik yang timbul permukaan atau pun di bawah permukaan. Ini yang harus diantisipasi," katanya.

Nasri mengungkapkan dalam setiap pelaksanaan operasi pengamanan pemilu, baik orang, benda, lokasi dan kegiatan, anggota kepolisian harus terus melakukan monitoring setiap kegiatan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan situasi lingkungan sekitar."Adapun titik krusial dan potensi konflik adanya tekanan psikis dan tekanan fisik yang di lakukan oleh oknum-oknum yang ingin membuat situasi pada pemungutan suara menjadi gaduh dan tidak kondusif," ungkapnya.

Selain itu, Nasri meminta anggota yang melakukan pengamanan untuk melakukan monitoring panitia KPU agar tidak terjadi penggelembungan surat suara, karena masih banyak ditemukan DPT ganda di setiap TPS sehingga akan menimbulkan konflik."Antisipasi timbulnya gesekan di TPS, personil harus melakukan koordinasi dengan KPPS sehingga tidak ada penggelembungan surat suara yang akan menjadikan situasi menjadi tidak kondusif," pintahnya.

Nasri mengingatkan agar melakukan pengamanan dan koordinasi dengan PPK untuk pengamanan di setiap titik rawan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.“Yang terpenting dilakukan pencatatan baik nama, alamat, dan nomor telepon di setiap KPPS dan linmas di setiap TPS. Kemudian buat peta lokasi setiap TPS untuk memudahkan kapolsek memonitoring di setiap TPS," jelasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook