Warga Pesimistis Capres Tuntaskan Kasus HAM

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 April 2019 - 11:08:51 WIB   |  dibaca: 165 kali
Warga Pesimistis Capres Tuntaskan Kasus HAM

KASUS HAM: Peserta Aksi Kamisan Serang berdiri di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (11/4), menuntut dituntaskannya kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswdan.

SERANG- Peserta Aksi Kamisan Serang menggelar Aksi Kamisan di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (11/4) sore. Mereka mengaku pesimistis kedua calon presiden akan mampu menuntaskan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Robi, salah seorang peserta Aksi Kamisan Serang mengatakan bahwa tujuan dari Aksi Kamisan adalah kampanye kasus-kasus pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum diungkap oleh pemerintah, baik pemerintahan era Jokowi maupun sebelumnya. Melihat kenyataan ini, ia mengaku pesismis kasus pelanggaran HAM akan mengalami kemajuan.“Kita juga melihat dua capres ini tidak berbuat banyak pada kasus-kasus pelanggaran HAM,” kata Robi.

Robi mengatakan bahwa ia pesimis capres Jokowi dan Prabowo akan bisa mengentaskan masalah pelanggaran HAM karena keduanya seperti tidak memiliki itikad baik pada publik untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Jokowi hanya memberikan janji-janji tetapi sampai saat ini tidak terbukti.

Ia juga mengaku pesimis Jokowi bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM karena orang-orang di lingkaran Jokowi juga banyak yang terindikasi melakukan kejahatan HAM.“Apalagi Prabowo yang namanya disebut terlibat saat tahun 1998,” katanya.

Robi mengungkapkan bahwa dalam Aksi Kamisan kemarin ia dan teman-teman yang membawa payung hitam juga mengampanyekan penuntasan kasus penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang selama 2 tahun ini belum terungkap bahkan terkesan didiamkan oleh pemerintah.

Tim Pencari Fakta yang sudah dibentuk atas instruksi Jokowi pun tidak menghasilkan apa-apa setelah tim dibentuk.“Ini membuat kita semakin mendesak pemerintah menuntaskan kasus Novel Baswedan karena masih ada beberapa bulan ke depan Jokowi memimpin,” katanya.

Budiman, peserta Aksi Kamisan Serang lain mengatakan bahwa aksi digelar sebagai aksi solidaritas para korban dan keluarga mengalami pelanggaran HAM namun belum diselesaikan. Aksi kemarin merupakan aksi yang kedua yang digelar Aksi Kamisan Serang.“Aksi akan terus kami lakukan setiap Kamis sampai kasus pelanggaran HAM diselesaikan,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook