Kasus Tipikor Cihara Segera Disidang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 April 2019 - 11:10:33 WIB   |  dibaca: 139 kali
Kasus Tipikor Cihara Segera Disidang

DITAHAN: Keempat tersangka kasus tipikor Irigasi Bendungan Cihara, Kabupaten Lebak (rompi merah) dibawa ke Rutan Serang untuk ditahan, kemarin.

SERANG- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah melimpahkan berkas perkara dan 4 tersangka kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Irigasi Bendungan Cihara, Kabupaten Lebak senilai Rp 3,5 miliar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Kamis (11/4). Rencananya, sidang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Dari pantauan Banten Raya, tim Kejati Banten menyerahkan berkas, barang bukti, dan empat tersangka yaitu Cepi Saefudin selaku pelaksana proyek irigasi, Hendi Suryadi selaku Konsultan Program, Ahmad Ginanjar Pratama selaku Direktur CV Karya Pratama Konsolis, dan Ade Pasti Kurnia selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada pukul 13.00. Penyerahan dilakukan dengan menggunakan mobil tahanan Kejati Banten.

Empat tersangka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan, barang bukti, dan berkas perkara. Setelah dinyatakan lengkap dan sehat, tersangka dengan menggunakan rompi tahanan kembali digiring ke Rumah Tanahanan (Rutan) Klas II B Serang sekitar pukul 16.32.

Kepala Kejari Serang Azhari mengatakan, pada Kamis (11/4) ini dilakukan penahanan atau tahap dua terhadap tersangka kasus dugaan korupsi irigasi bendungan Cihara senilai Rp 3,5 miliar. Proyek itu dibangun menggunakan APBD Banten 2016 pada Dinas Sumber Data Air dan Pemukiman (DSDAP) Banten."Keempat tersangka kita lakukan penahanan di Rutan Kelas II Serang," katanya kepada Banten Raya.

Azhari menegaskan, setelah dilakukan penahanan, tersangka dan barang bukti kasus tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang. Dengan begitu, keempat tersangka akan segera menghadapi persidangan."Kita secepatnya kita limpahkan sebelum masa penahanan ditingkat penuntutan berakhir," tegasnya.

Azhari mengungkapkan perkara dugaan korupsi irigasi bendungan Cihara telah merugikan negara sekitar Rp 1,887 miliar. Pembangunan yang dilakukan gagal total atau total loss. Irigasi tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga tidak bisa digunakan. Selain itu, material bangunan yang digunakan di bawah standar."Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Banten, kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 1,887 miliar," ungkapnya.

Dalam kasus ini, keempat tersangka akan dikenakan pasal 2 ayat (1) pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 Jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu keempat tersangka saat dikonfirmasi Banten Raya enggan berkomentar soal kasus yang menjeratnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook