Pemkab Kewalahan Urus Sampah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 12 April 2019 - 11:25:52 WIB   |  dibaca: 153 kali
Pemkab Kewalahan Urus Sampah

KAB. TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengaku kewalahan menangani sampah di wilayahnya. Hal itu dipicu volume sampah semakin meningkat dan menyusutnya lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Jatiwaringin, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pihaknya semakin sulit mengendalikan dan mengelola sampah di Kabupaten Tangerang. Sampah rumah tangga tiap hari volumenya meningkat. Saat ini, kata pria yang akrab dipanggil Zaki ini, volume sampah mencapai 1.500 ton perhari berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.

"Yang bisa kami angkut sekitar 700-800 ton per hari, sisanya tidak tertangani," kata Zaki kepada wartawan usai rapat koordinasi denga Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie di aula The Breeze, Bumi Serpong Damai (BSD), Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/4).

Menurut Zaki, sampah yang tidak terangkut oleh petugas DLHK Kabupaten Tangerang mencemari beberapa tempat. Seperti Irigasi, sejumlah jalan perkampungan, tanah kosong, dan Sungai yang ada di Kabupaten Tangerang. “Sampah-sampah yang tidak terangkut, menunpuk di irigasi, jalan, tanah kosong, dan sungai. Kendati kami bersihkan, sampah kembali menumpuk,” tuturnya.

Selain itu, kata Zaki, menumpuknya volume sampah diakibatkan juga lahan TPA yang dimiliki Pemkab Tangerang di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk semangkit meyusut. Saat ini, dari 30 hektare lahan yang ada, 16 hektare sudah terisi penuh. “Pemkab Tangerang punya TPA seluas 30 hekatre. Saat ini tinggal 14 hektre karena 16 hektre sudah terisi penuh,” ujarnya.

Perlu diketahu, lanjut Zaki, di TPA milik Pemkab Tangerang masih mengunakan sistem sanitary landfill atau sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara  membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya , dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Hal itulah mengakibatkan open dumping atau bahaya akibat tumpukan sampah penuh. “Belum lagi kerusakan yang ditimbulkan oleh TPA kami dengan sistem sanitary landfill dan akhirnya open dumping sekarang. Itu masif banget," ucapnya.

Zaki berharap, pemerintah pusat mengambil porsi yang lebih serius dalam menangani persoalan sampah karena daerah sudah kewalahan untuk menangani sampah. "Ini sudah harus jadi program pemerintah pusat, bukan lagi daerah karena daerah-daerah sudah kewalahan," harapnya.

Zaki menambahkan, selain Pemkiab Tangerang daerah yang sudah kewalahan menangani sampah itu adalah Pemkot Tangsel. Saat ini, Pemkot Tangsel sudah tidak punyaa TPA karena lahan TPA yang dimiliki Pemkot Tangsel sudah penuh. "Nih boleh tanya juga nih, dia udah enggak punya tempat sampah, buang sampahnya di mana tuh?" seloroh Zaki sambil memegang tangan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang duduk di sampingnya.

Benyamin Davnie membenarkan, Pemkot Tangsel sudah kewalahan menangani sampah  lahan TPA Cipeucang di Kecamatan Serpong sudah tidak bisa menampung sampah. “Tapi Pemkot Tangsel sudah membuat kesepakatan dengan Pemkab Bogor untuk membuang sampah di TPA Nambo, Bogor. rencanya, 2020 kami sudah membuang sampah ke TPA Nambo,” singkatnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook