Ati Klaim Didukung Tujuh Parpol

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 April 2019 - 11:45:28 WIB   |  dibaca: 143 kali
Ati Klaim Didukung Tujuh Parpol

SALAM KOMANDO : Calon wakil walikota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021 Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar melakukan salam komando usai penyampaian visi, misi dan program kerja di gedung DPRD CIlegon, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Cilegon, Kamis (11/4).

CILEGON - Calon wakil walikota Cilegon dari Partai Golkar Ratu Ati Marliati mengklaim sudah mengantongi dukungan tujuh partai politik. Hal tersebut diungkapkan Ati saat menyampaikan visi dan misi calon wakil walikota Cilegon di gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (11/4).

“Saya sampaikan terima kasih kepada Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Mudah-mudahan yang lain bisa sama dengan partai yang disebut.

Koalisi yang dibangun koalisi dengan kesamaan pandangan untuk kesejahteraan Kota Cilegon,” kata Ati menyebut parpol yang mendukungnya dalam ajang tersebut. Dua parpol tak disebut Ati yakni Demokrat dan PDI Perjuangan.

Ati yang diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan visinya mengatakan bahwa jika terpilih menjadi wakil walikota, ia akan bekerjasama bersama Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk menuntaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2021.

At menjelaskan, pembangunan kesejahteraan masyarakat, baik dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi masih ada yang belum tuntas. Ia berkomitmen akan membantu Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk menuntaskan program-program tersebut. Di bagian akhir penyampaian visi dan misi, Ati juga menyampaikan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam pencegahan korupsi di Kota Cilegon.

“Dipertaruhkan jabatan apapun kalau masyarakat sejahtera, buat kami keturunan Haji Tb Aat Syafaat pantang menyerah. Kemajuan yang kita harapkan kemajuan bersama kemajuan masyarakat Kota Cilegon. Kemajuan Cilegon milik bersama bukan milik satu golongan. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi masyarakat Cilegon. Bagi masyarakat Cilegon, kami bukan keturunan dinasti korupsi,” kata Ati menggebu-gebu.

Dalam pemaparan visi misi, Ati juga sempat menguraikan tentang prestasi yang berhasil diraihnya saat masih duduk menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon. Di antaranya terkait dengan perencanaan pembangunan yang menjadi wakil Provinsi Banten untuk di tingkat nasional.

Kepada wartawan, Ati mengatakan, pengalamannya sebagai Kepala Bappeda Cilegon membuatnya mengetahui lebih banyak mengenai permasalahan di Kota Cilegon yang harus diselesaikan. “Itu bukan berarti tidak dikerjakan, saat ini masih ada sisa dua tahun lagi.

Kalau untuk Pelabuhan Warnasari, ketika saya terpilih nanti tentu akan membantu Pak Walikota (Edi Ariadi -red) untuk menyelesaikan. Tapi itu juga ada kewenangan pusat di situ, makanya bukan hanya pemerintah daerah saja kalau soal pelabuhan,” tuturnya.

Sementara itu, calon wakil walikota dari PDI Perjuangan Reno Yanuar mengkritik pembangunan di Kota Cilegon yang sampai saat ini belum merata. Ia menyoroti pembangunan gedung sekretariat daerah (Setda), pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), dan pembangunan lainnya yang masih belum selesai. “Wakil walikota Cilegon yang terpilih harus bisa membantu secara maksimal segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan Walikota Cilegon sesuai perundang-undangan yang berlaku sesuai pembangunan masyarakat Cilegon yang merata,” katanya.

Sama seperti Ati, Reno menyatakan, jika terpilih, ia akan melanjutkan pembangunan sesuai dengan RPJMD Kota Cilegon 2016-2021 secara terpadu, berkesinambungan, dan profesional.
“Kami berkomitmen juga dalam mendampingi Pak Edi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme. Bila saya dipilih dan menjadi wakil walikota Cilegon, saya ini bukan milik satu partai atau satu golongan tapi milik semua warga Kota Cilegon,” katanya.

Usai paripurna, Reno sempat mengomentari klaim Ratu Ati yang didukung tujuh parpol. Menurutnya, hal itu wajar karena di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 lalu, semua parpol mendukung pasangan Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi. "Iya itu kan hanya klaim, karena begini loh, Bu Ati itu memang kakak kandung Pak Tubagus Iman Ariyadi, jadi wajar kalau beliau mengklaim itu. Karena pada waktu Pak Iman Ariyadi mencalonkan memang didukung oleh seluruh partai, wajar," ungkap Ketua DPC PDIP Kota Cilegon itu.

Reno mengatakan, semua klaim itu hanya waktu yang akan menjawabnya. ""Nanti kita lihat hasil pemilihannya benar atau tidak, kalau hasil pemilihannya bahwa Bu Ati menang berarti memang benar. Tapi kalau Bu Ati kalah berarti posisinya itu hanya klaim.

Karena semua kembali kepada nurani politik, anggota dewan sahabat-sahabat saya semuanya tahu permasalahan Cilegon seperti apa, mereka sangat paham bagaimana keadaan Cilegon. Jadi pada intinya saya serahkan semuanya kepada Allah, biar Allah menentukan siapa yang akan menjadi pelayan rakyat di Kota Cilegon," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon Hasbi Sidik membenarkan dukungan partainya untuk Ati. "Dukung Bu Ati karena dulu kita koalisi dengan Partai Golkar. Saat ini, hanya melanjutkan koalisi saja. Ini juga rekomendasi dari DPP," katanya.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Cilegon Erick Rebiin membenarkan bahwa partainya mendukung Ati. "Apa yang disampaikan Bu Ati itu bukan klaim sepihak. Memang ada ada rekomendasi dari DPP, yang tentu ada alasan atau pertimbangan tersendiri," kata Erick.

Terpisah, Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh masih menyembunyikan dukungan partainya. "Saya tidak bisa menyampaikan ke publik. Saya akan memilih sesuai hati nurani saya. Besok saja lihat hasilnya," kata Rahmatulloh. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook