Warga Diminta Unggah C1 Plano ke Medsos

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 15 April 2019 - 11:04:38 WIB   |  dibaca: 320 kali
Warga Diminta Unggah C1 Plano ke Medsos

KAWAL SUARA : Relawan Kawal Pemilu Jaga Suara (KPJS) Banten saat menerima sosialisasi dari Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Sabtu (13/4).

CILEGON - Potensi kecurangan pada Pemilihan Umum dinilai sebagian orang masih tetap ada. Guna menghindari kecurangan pasca penghitungan suara, Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Hada Nafis Gumay mengajak warga untuk memotret hasil penghitungan yang ada di C1 Plano ke media sosial (medsos).

Eks anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) 2012-2017 ini mengatakan, masyarakat diminta ikut mengawasi Pemilu 2019. Sehingga, pengawasan bukan hanya menjadi tugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saja. “Mengawasi pemilu menjadi tugas semua.

Jangan apa-apa menyalahkan penyelenggara dan pengawas saja, kita juga turut serta mengawasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini,” katanya usai memberikan sosialisasi kepada relawan Kawal Pemilu Jaga Suara (KPJS) Cilegon di Ruang Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Sabtu (13/4).

Hadar menjelaskan, cara paling mudah mengawasi suara hasil rekapitulasi Pemilu, yaitu dengan memotret rekapitulasi yang ada di C1 Plano. Kemudian, masyarakat bisa mengunggahnya ke media sosial (medsos) masing-masing. Apalagi, saat ini sudah banyak orang yang memunyai gadget. “Tujuannya agar hasil rekapitulasi diketahui banyak orang. Baik tetangga, teman, atau siapapun yang berteman dengan medsos kita. Kalau sudah diunggah, tentu pihak-pihak yang akan mengubah hasil penghitungan akan berfikir ulang,” ajaknya.

Kata Hadar, masyarakat tidak perlu takut dalam memotret hasil rekapitulasi yang ada di C1 Plano. Petugas keamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun penyelenggaranya pun tidak bisa melarang. “Yang dilarang itu memotret surat suara sata mencoblos di bilik suara. Kalau hasil C1 Plano itu sah-sah saja. Kalau ada yang melarang warga memotret C1 Plano laporkan saja ke pihak yang berwenang,” tandasnya.

Bukan hanya mengajak masyarakat mengawasi paska penghitungan suara, kata Hadar, Ia juga mengajak warga mengawasi sebelum pencoblosan. Mulai dari distribusi surat suara sampai ke TPS, atau juga saat penyimpanan surat suara. Sebab, potensi kecurangan sebelum pencoblosan juga terbuka. “Begitu juga saat pencoblosan pastikan surat suara belum tercoblos. Saat penghitungan masyarakat juga mengawal prosesnya,” pinta mantan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) ini.

Hadar kembali menjelaskan, dari lima C1 Plano yang ada di TPS, potensi kecurangan bisa terjadi pada setiap C1 Plano. Sehingga, penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg), dan DPD RI juga harus diawasi semua.

“Pilpres potensi kecurangan ada karena ketatnya persaingan yang sangat kompetitif. Pada DPR-RI juga potensi kecurangan terbuka, lantaran adanya aturan parlmenetary treshold 4 persen, membuat partai-partai termasuk partai besar berupaya lolos dari ambang batas tersebut. Begitu juga untuk DPRD, karena raihan kursi di DPRD juga biasanya sebagai modal untuk Pilkada di daerah-daerah, partai-partai berlomba-lomba meraih kursi banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Demokrasi (JaDI) Banten, Syaeful Bahri mengatakan, saat ini sudah banyak masyarakat yang akan bergabung menjadi relawan KPJS. Di Banten sendiri, mayoritas adalah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Banten. “Jumlah relawan KPJS sudah ratusan. Semakin banyak yang upload hasil akan semakin baik, karena yang akan berbuat curang akan takut,” ujarnya menambahkan pernyataan Hadar.

Di tempat yang sama, Wakil Sekjen BEM se- Banten, Rikil Amri mengatakan, pihaknya akan mengunggah foto hasil rekapitulasi yang ada pada C1 Plano. Ia juga akan mengajak warga yang lain untuk sama-sama mengawal pemilu dan menjaga suara melalui cara seperti ini. “Saya akan sampaikan ke teman-teman dan saudara untuk sama-sama mengawal Pemilu 2019 ini,” katanya.

Pemilu 2019 ini, Rikil berharap berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah. Adanya perbedaan dukungan jangan menjadikan bangsa Indonesia terpecah belah. “Mari sama-sama kita sukseskan Pemilu 2019,” ajaknya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook