Pasar Hidroponik Terbuka Lebar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 15 April 2019 - 11:40:49 WIB   |  dibaca: 171 kali
Pasar Hidroponik Terbuka Lebar

PANEN: Saepul Azis, salah satu petani hidroponik Kota Serang saat panen sayur hidroponik beberapa waktu lalu. Warga Puri Citra Blok F1 /28 Pipitan, Walantaka ini mengatakan, masih banyak warga yang tidak paham hidroponik.

SERANG- Pasar hidroponik di Kota Serang sampai saat ini masih terbuka lebar. Permintaan banyak, namun pemasoknya yang sedikit.Saepul Azis, salah satu petani hidroponik mengungkapkan bahwa bertanam dengan hidroponik masih sangat jarang di Kota Serang. Karena itu, ketika ada pemintaan akan produk hidroponik, para pegiat hidroponik yang mayoritas masih kelas pehobi tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.“Padahal permintaan banyak,” kata Azis, Minggu (14/4).

Azis menceritakan bahwa ia sendiri mendirikan Komunitas Hidroponik Serang melalui media sosial Facebook. Anggota komunitas ini mencapai 1.550 anggota. Dari jumlah itu yang aktif menanam hanya puluhan orang. Dari puluhan orang itu, lebih banyak merupakan pehobi, tidak menjadikan hidroponik sebagai pencarian utama. “Rata-rata masih kelas hobi. Belum skala industri. Masih jauh,” katanya.

Warga Puri Citra Blok F1 /28 Pipitan, Walantaka ini mengatakan bahwa permintaan akan produk hidroponik datang dari rumah makan, bahkan juga salah satu super market di Kota Serang. Namun sampai saat ini belum ada yang berani memenuhi permintaan-permintaan tersebut.

Ia sendiri mengaku masih kelas pehobi meski sudah menggeluti hidroponik sejak 5 tahun lalu. Ia sampai saat ini merupakan karyawan swasta di salah satu perusahaan sepatu di daerah Tambak.“Di Kota Serang masih pada awam. Masih pada heran kok bisa menanam cuma pake air,” katanya.

Padahal, kata Azis, banyak keunggulan yang bisa didapat dari bertani dengan menggunakan hidroponik. Di antaranya adalah harga sayuran hidroponik bisa 2 kali lipat dibandingkan dengan sayuran biasa. Selain itu bertani dengan hidroponik juga bisa memiliki banyak waktu luang sehingga waktu tidak tersita untuk mengolah lahan. “Saya berangkat kerja jam 6 pagi pulang jam 5 sore tapi masih bisa ngurus hidroponik,” tuturnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook