Pinjam Crane untuk APK, Bawaslu Dicueki Pemkot Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 15 April 2019 - 12:28:24 WIB   |  dibaca: 100 kali
Pinjam Crane untuk APK, Bawaslu Dicueki Pemkot Serang

MENANTANG BAHAYA : Petugas menertibkan alat peraga kampanye di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kepandean, Kota Serang, Minggu (14/4). Penertiban dilakukan seiring dengan masuknya masa tenang.

SERANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Serang mengaku sedikit kesulitan saat melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) di sejumlah titik di Kota Serang pada masa tenang yang dimulai pada, Sabtu (13/4) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Minggu (14/4) sekitar pukul 08.00 WIB, Apel penertiban APK digelar di Alun-Alun Barat Kota Serang. Walikota Serang Syafrudin berkesempatan memimpin apel tersebut.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan mengaku, Bawaslu dan pihak yang membantu menertibkan APK seperti Satpol PP kesulitan untuk menertibkan APK berbentuk baliho di tempat yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak disediakan alat bantu berupa mobil crane.

“Terus terang Satpol PP ini tidak punya alat yang canggih untuk menertibkan alat peraga kampanye (APK), mereka hanya berbekal peralatan manual seperti tang, linggis, pisau, bambu pisau, harusnya dibekali dengan crane. Artinya yang besar-besar yang di atas kan tidak bisa kita tertibkan. Maka harus ada alat yang menunjang.

Saya kira Pemkot harus memikirkan ini jangan sampai setiap pemilu setiap pilkada selalu jadi persoalan. Harus siap-siap ketika pemerintahnya baik ya harus siap-siap, ketika demokrasi ingin sukses harus bekerja sama semua.,” kata Agus, kepada Banten Raya, saat ditemui di ruang kerjanya di Bawaslu Kota Serang, Minggu (14/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Ia menuturkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminjam alat crane tersebut, namun hasilnya tidak direspons hingga hari H pelaksanaan penertiban. “Kami sudah bersurat kepada Dishub, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR untuk meminjamkan alat crane dalam penertiban kali ini. Namun, mereka tidak merespons,” katanya.

Agus mengungkapkan, Bawaslu dan Satpol PP tidak mau mengambil resiko untuk memanjat tiang reklame yang tinggi tanpa adanya alat bantu crane. “Kami khawatir kejadian seperti di Pandeglang itu terjadi juga di sini,” ungkap dia.

Di waktu sisa dua hari masa tenang, sambung dia, Bawaslu Kota Serang bersama Satpol PP dan instansi terkait lainnya masih akan menyisir ke titik-titik di Kota Serang untuk membersihkan APK. Pihaknya masih berharap kepada OPD terkait pinjaman crane dapat direspons untuk menertibkan APK. “Ya kalau ada kita berharap untuk berkontribusi. Kalau pun secara institusi tidak disebutkan secara langsung, cuma terikat secara pemerintah daerah kan?” tutupnya.

Agus menjelaskan, penertiban APK ini sebagai amanat UU Nomor 7 tahun 2017 instruksi Bawaslu RI dan PKPU terkait kampanye di masa tenang berdasarkan pasal 278. “Masa tenang itu adalah masa tiga hari sebelum H pencoblosan terhitung hari ini sampai tanggal 16 April. Dalam bentuk apa pun yang diatur dalam PKPU baik itu metode kampanye rapat umum, iklan kampanye, tatap muka, pertemuan terbatas, debat capres sudah selesai tadi malam, penyebaran bahan kampanye, dan pemasangan APK itu kan metode kampanye,” jelas Agus.

Ia mengaku pihaknya telah membuat surat imbauan kepada seluruh partai politik (parpol) untuk menurunkan APK karena itu tugas parpol. Ia menyebutkan, ada beberapa parpol yang sudah menurunkan tetapi kebanyakan parpol tidak menurunkan APKnya. “Maka kita turunkan hari ini sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita,” akunya.

Agus pun mempersilakan kepada masyarakat untuk bisa turut menertibkan APK yang berada di lingkungan sekitar. “Silakan masyarakat untuk merapihkan APK yang berada di lingkungannya. Saat ini, pidana mengenai perusakan APK sudah tidak berlaku karena sudah bukan masa kampanye. Tidak boleh ada tim kampanye maupun peserta pemilu  yang marah,” ucap Agus.

Saat disinggung soal jumlah APK yang berhasil ditertibkan oleh Bawaslu Kota Serang, pihaknya belum dapat merincinya secara detail. “Hasilnya tetap akan kita data. Datanya juga bertahap di masing-masing kecamatan juga masih mendata. Kita juga mendata. Artinya mungkin tanggal 16 April mungkin kalau sudah diinput kita akan sampaikan kepada publik bahwa ini data yang sudah ditertibkan di masa tenang,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Serang M. Ridwan saat dihubungi via ponselnya, Minggu (14/4) sore sekitar pukul 16.35 WIB dan 18.31 WIB tidak aktif. Sedangkan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Yudi Suryadi dihubungi via ponselnya aktif namun tak merespons jawaban Banten Raya sekitar pukul 18.29 WIB.

Penertiban APK juga dilaksanakan di Kota Cilegon. Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menyatakan, selain penertiban, Bawaslu selama masa tenang juga akan melakukan patroli pengawasan anti politik uang."Kami akan pastikan jika sekarang ini semuanya berjalan aman, sehingga proses demokrasi tidak tercederai oleh peserta pemilu yang bisa saja menghalalkan segala cara untuk menang," katanya.

Pantauan Banten Raya, kemarin, selain Satpol PP sebanyak 1 pleton, dalam penertiban juga ikut serta 30 mahasiswa pencinta alam Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Mapalaskom) Al Khairiyah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab bersama, ditambah mahasiswa pencinta alam sangat punya peran untuk membersihkan lingkungan, terutama spanduk caleg yang terpasang di pepohonan.

"Kami sengaja untuk ikut serta, selain sebagai bentuk kesadaran sebagai mahasiswa yang berperan dalam pemilu, juga karena banyak APK yang terpasang di pohon dan harus dibersihkan," kata anggota Mapalaskom Al Khairiyah Alam Arcy saat diwawancara.

Alam menjelaskan, anggota sebanyak 30 orang akan disebar membantu Panwascam di 8 kecamatan menurunkan APK. "30 orang itu tidak semua di jalur protokol, tapi dibagi masing-masing kecamatan," paparnya. (harir/uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook