Karyawan Poros Maritim Ngaku Dipecat Lewat WA

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 16 April 2019 - 10:59:11 WIB   |  dibaca: 401 kali
Karyawan Poros Maritim Ngaku Dipecat Lewat WA

KONFRENSI PERS : Beberapa karyawan PT Poros Maritim didampingi kuasanya melakukan konfrensi pers dan menunjukkan tanda terima pengaduan dari Disnaker Kota Cilegon, Senin (15/4).

CILEGON – Lima karyawan PT Poros Maritim melaporkan perusahannya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Senin (15/4).Mereka tidak terima dengan tindakan manajeman yang memecat atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak melalui prosedur, yakni melalui whatsapp (WA). Mereka juga mempertanyaan hak pesangonnya jiak diberhentikan.

Jamian, salah satu karyawan PT Poros Maritim, mengaku, dirinya dipecat secara tidak manusiawi oleh perusahaan tempatnya bekerja, karena prosedur pemecatan dilakukan melalui whatsapp tanpa adanya pemanggilan ke kantor.Oleh karena itu, kata Jamian, dirinya bersama empat karyawan lainnya melaporkan perusahannya ke Disnaker Cilegon.

Selain pemecatan yang tidak porosedural itu, lanjut Jamian, gaji selama durasi kontrak juga tidak diberikan. “Saya kecewa, sudah dari 2017 saya bekerja. Namun ketika diberhentikan melalui WA dan pesangon tidak diberikan, sehingga saya dengan beberapa teman-teman menguasakan kepada sejumlah aktivis buruh untuk menggugat dan melapor ke Disnaker,” kata karyawan yang bertugas sebagai sekuriti ini kepada wartawan, Senin (15/4).

Jamian menjelaskan, pemecatan sendiri dilakukan pada Senin (1/4) lalu melalui pesan singkat dari komandan regu (Danru) perusahaannya. Dalam pesan WA tersebut, ada 12 orang karyawan yang dipecat, salah satunya adalah dirinya dan 5 sekuriti lainnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Serikat Buruh Krakatau Wajatama (SBKW), Lutfi Abdullah, yang mendampingi para karyawan, menjelaskan, pihaknya menerima kuasa lima orang karyawan dari total 12 orang yang di-PHK oleh PT Poros Maritim.

Selain melanggar aturan karena memecat tanpa ada alasan yang jelas, kata Lutfi, pemecatan melalui pesan WA merupakan presiden buruk bagi buruh di Kota Cilegon.“Sesuatu yang lucu jika perusahaan memecat lewat WA. Ini bisa menjadi presiden buruk bagi kami, sehingga kami melakukan penuntutan kepada pihak perusahaan,” paparnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengupahan Jaminan Sosial pada Disnaker Kota Cilegon, M Jarwan mengaku, sudah menerima aduan PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Poros Maritim. Disnaker, kata Jarwan, akan memanggil pihak perusahaan untuk mediasi.“Nanti setelah pemilu kami panggil dan akan lakukan mediasi. Sekarang ini kami tidak bisa komentar tertalau banyak,” paparnya.

Sementara itu, Project Manager PT Poros Maritim, Hengki, membantah persoalan adanya pemecatan sepihak karyawannya melalui WA. Pihaknya melakukan pemecatan sesuai dengan prosedur dan aturan.Soal pemecatan sendiri, kata Hengki, hal tersebut karena proyek yang dikerjakan hanya tinggal finishing, sehingga secara pertimbangan maka dilakukan pengurangan tenaga kerja.

“Proyek selesai dan korlap (koordinator lapangan) yang menentukan siapa yang dikurangkan. Sebagai manajem tidak ada melalaui WA. Semenjak Januari dan Februari juga sudah disampaikan (Rencana pengurangan-red), alasannya proyek hampir selesai, sehingga ada dasarnya diberhentikan,” tegasnya.

Soal pengaduan karyawan ke Disnaker Kota Cilegon, Hengki mengaku, siap melakukan klarifikasi terkait persoalan yang terjadi. Hengki menceritakan, perusahaan juga sudah mengundang para karyawan tersebut, namun tidak ada yang datang ke kantor.

Henki menjelaskan, pemberian pekerjaan tersebut juga bukan berdasarkan kebutuhan PT Poros Maritim, melainkan permintaan dari masyarakat yang akhirnya diakomodir oleh perusahaan.“Kami siap, nanti kami akan klarifikasi. Kami juga berharap solusi yang terbaik. Sebab, semenjak dilakukan pengurangan kami mengundang pihak terkait di kantor tidak datang. Kami ingin awalnya baik selesai juga dengan baik,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook