Jamilah Diapresiasi Pemerintah Pusat

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Selasa, 16 April 2019 - 11:23:15 WIB   |  dibaca: 282 kali
Jamilah Diapresiasi Pemerintah Pusat

JAMILAH: Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya (kiri) melihat kendaraan ambulance Jamilah di Exhibition Hall 5, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Jalan BSD Grand Boulevard Raya, Tangerang, Senin (15/4).

RANGKASBITUNG- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menghadiri acara Indonesia Industrial Summit (IIS) yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI, di Exhibition Hall 5, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Jalan BSD Grand Boulevard Raya, Tangerang, Senin (15/4). Kegiatan IIS 2019 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Kegiatan itu digelar dalam rangka mendorong akselerasi implementasi Making Indonesia 4.0 pada sektor industri manufaktur serta sebagai forum konsolidasi pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan langkah-langkah untuk mewujudkan aspirasi pembangunan industri menuju Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi dunia tahun 2030.

Dalam acara IIS 2019 dipamerkan juga produk-produk industri salah satunya Alat Mekanik Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang dinamai Jamilah alias jemput antar ibu hamil bermasalah yang mulanya digagas oleh Pemkab Lebak untuk menekan tingkat kematian ibu melahirkan di desa-desa Kabupaten Lebak. Gagasan program jamilah tersebut sekarang dikembangkan oleh pemerintah pusat  untuk kepentingan ibu hamil bermasalah di seluruh desa di Indonesia.

"Kami sangat bangga program jamilah yang kita gagas dapat diapresiasi oleh pemerintah pusat. Salah satunya dibuatnya kendaraan ambulance Jamilah untuk kepentingan masyarakat secara nasional," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Tangerang, Senin (15/4).

Bupati mengatakan, dengan dibuatnya kendaraan ambulance Jamilah dapat menekan angka kematian ibu melahirkan. "Saya meyakini Indonesia kedepan mampu menjadi negara yang maju secara ekonomi dan mampu menyejahterakan masyarakat, khususnya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan," katanya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Making Indonesia 4.0 merupakan peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi dunia pada 2030. "Dengan penerapan Making Indonesia 4.0, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar USD150 miliar pada 2025," katanya.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sambutannya menuturkan, arus kemajuan teknologi tidak dapat dihindari. Untuk itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Tahun ini kita banyak berbicara kemajuan teknologi yang telah mengubah cara produksi dan hubungan sosial. Perubahan itu tidak mungkin kita tidak menerima, bagaimana menerima manfaat teknologi ini untuk kemajuan kita bersama," katanya. (*/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook