Kekerasan terhadap Anak Masih terus Terjadi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 16 April 2019 - 11:33:53 WIB   |  dibaca: 254 kali
Kekerasan terhadap Anak Masih terus Terjadi

EVALUASI: Puluhan pengurus P2TP2A dari berbagai kecamatan mengikuti rapat evaluasi penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan, Senin (15/4).

SERANG – Kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Serang masih terus terjadi. Pada triwulan pertama ini, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang mencatat telah terjadi 14 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti di Kecamatan Bandung dan Kecamatan Cikeusal.

Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan, penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Serang perlu dilakukan evaluasi agar angka kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat dapat diminimalisir. “Kekerasan terhadap anak dan perempuan di kita sampai dengan April ini sudah ada 14 kasus,” kata Tarkul saat menggelar rapat evaluasi di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Senin (15/4).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan evaluasi tersebut, pihaknya mendorong pertugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang ada di kecamatan-kecamatan. “Kita ingin peran P2TP2A dalam upaya menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan peremuan terus ditingkatkan. Kemudian mereka bisa melakukan pendataan kasus di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para pengurus P2TP2A jug diharapkan tidak hanya mendata dan melaporkan tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan saja, namun juga bisa melakukan pendampingan sampai kasus kekerasan tersebut selesai ditangani. “Kalau dari 14 kasus yang sudah terlaporkan banyaknya kekerasan terhadap anak. Salah satunya belum lama ini kan ada anak yang dibunuh bapaknya di Kecamatan Bandung,” tuturnya.

Mantan Camat Tunjung Teja itu menduga, masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut salah satu diantaranya ketahanan keluarga yang masih lemah dan peran serta lingkungan sekitar yang belum peduli terhadap adanya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. “Memang untuk meminimalisir kasus kekerasan anak dan perempuan ini perlu ada sinergitas dari mulai kabupaten sampai tingkat desa,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook