Hobi Gambar Sejak Kecil, Bercita-cita Ingin Jadi Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 16 April 2019 - 11:51:01 WIB   |  dibaca: 41 kali
Hobi Gambar Sejak Kecil, Bercita-cita Ingin Jadi Polisi

FOKUS: Aditya Firmansyah, peserta lomba membatik dari SKh Samantha fokus menyelesaikan tugasnya membatik dalam lomba keterampilan siswa nasional (LKSN) SKh Tingkat Kota Serang di SKh 01 Bhayangkara, Kota Serang, kemarin.

KOTA SERANG - Keterbatasan secara fisik bukan suatu halangan untuk dapat berprestasi. Aditya Firmansyah salah satunya yang mampu menjawab keraguan itu semua. Tangan kanan Aditya Firmansyah (12) memegang canting yang berisi palem (cairan tinta batik).

Tangannya terus bergerak secara pelan-pelan mengikuti sesuai pola yang tergambar di kain putih yang sedari tadi dipegang tangan kirinya. Siswa Sekolah Khusus (SKh) Samantha Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang ini adalah salah satu peserta Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) SKh tingkat Kota Serang untuk mata lomba membatik yang diadakan di SKh 01 Bhayangkara, Kota Serang, Senin-Selasa (15-16/4).

Adit sapaan akrabnya memiliki keterbatasan tuna rungu sejak lahir. Namun putra sulung dari Nasrullah ini memiliki darah seni dalam hal menggambar dan melukis yang mungkin tak semuanya dimiliki oleh anak-anak seumurannya yang normal secara fisik.

Bakat Adit dalam menggambar dan melukis sudah bawaan dari lahirnya, meski bapaknya Nasullah bukan berlatar belakang seorang pelukis. “Dari umur lima tahun Adit sudah senang menggambar,” kata Nasrullah kepada Banten Raya, saat menyaksikan putranya sedang lomba membatik.

Masih kata Nasrullah, Adit memiliki imajinasi yang kuat sebelum menyalurkan hobinya tersebut di atas kertas. “Dia (Adit) itu kalau sebelum menggambar biasanya memperhatikan dulu. Kalau sudah dilihat dan diperhatikan khayalannya itu baru dia gambar di kertas,” tuturnya.

Hasil karya gambar Adit, lanjut dia, saking banyaknya tak terawat di rumah di Lingkungan Jami, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. “Banyak yang dipajang di rumah, tapi karena saking banyaknya jadi banyak yang kebuang,” ungkap dia.

Potensi yang dimiliki Adit terus berkembang seiring dirinya menempuh pendidikan SD dan kini SMP di SKh Samantha. Karena di sekolahnya tersebut menggelar ekstrakurikuler membatik. Tak heran bila kemampuan Adit dalam membatik layaknya perajin yang sudah pengalaman.

Khusus untuk menghadapi LKSN, Kepala SKh Samantha Sunaeni mengatakan, Adit dibina oleh guru pendamping bernama Putri secara intensif di SKh Samantha. “Latihannya setelah belajar di waktu istirahat dari jam 11.00-13.00 selama dua bulan,” ucapnya.

Berkat semangat dan ketekunannya, Adit sukses mempersembahkan prestasi untuk sekolahnya. Ia berhasil memboyong gelar juara juara 1 membatik dua kali dalam LKSN dan juara menggambar satu kali dalam ajang yang sama tingkat Kota Serang dari tahun 2017-2018.

“Jumlah murid kita semuanya ada 58 siswa mulai dari SD, SMP dan SMA. Mereka ada yang berkebutuhan khusus autis, tuna grahita, tuna daksa dan tuna rungu. Adit salah satu siswa yang berbakat dan berprestasi dalam menggambar, melukis dan membatik,” ungkap dia.

Pada ajang LKSN 2019 ini, sambung Sunaeni, Adit memasang target peringkat satu di mata lomba membatik ini. “Dia ingin jadi juara satu. Ingin ikut lomba di tingkat provinsi dan jadi juara,” tutur Sunaeni yang menerjemahkan bahasa isyarat Adit.

Meski Adit memiliki keterbatasan, sambung Sunaeni, muridnya tersebut memiliki cita-cita yang mulia yang diimpikan oleh anak-anak seumurannya. “Cita-citanya ingin jadi polisi. Ingin membantu orang,” tutupnya.

Ketua panitia FLS2N, O2SN, dan LKSN SKh tingkat Kota Serang Dede Supriatna menjelaskan, kegiatan FLS2N, O2SN, dan LKSN ini merupakan rangkaian kegiatan literasi yang sebelumnya telah diadakan pada Maret 2019. “Pesertanya ada dari tujuh SKh se-Kota Serang, dua negeri dan lima sekolah swasta. Tujuannya mengembangkan bakat sekaligus mencari siswa terbaik dari setiap mata lomba,” jelas Dede.

Ia menuturkan, lomba membatik merupakan salah satu mata lomba LKSN. Untuk lomba membatik merupakan salah satu ekstrakurikuler yang diadakan di setiap SKh. Membatik merupakan sebagai sarana untuk pembelajaran khususnya bagi siswa SMP dan SMA difabel karena sudah masuk kurikulum. “Membatik ini terutama di Banten ini punya ciri khas. Tema yang kita tampilkan pun tidak jauh dari Provinsi Banten sendiri mulai dari tradisi. Lalu kita sadur dalam pola-pola membatik,” tutur dia.

Dede menyebutkan, selain membatik, dalam LKSN pun terdiri dari lomba desain grafis, menjahit, hantaran (membuat kotak undangan), merangkai bunga, kerajinan barang bekas. “Jumlah pesertanya ada 32 peserta dari tujuh SKh. Tapi cuma juara satu setiap mata lomba yang akan mewakili Kota Serang ke tingkat Provinsi Banten di ajang yang sama pada 29 April di Pandeglang,” tutupnya. (Harir Baldan)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook