Atasi Macet, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 700 M

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 16 April 2019 - 12:19:14 WIB   |  dibaca: 382 kali
Atasi Macet, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 700 M

Kemacetan di Jalan Raya Tangerang-Serang tepatnya di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang menjadi pemandangan rutin, Senin (15/4).

KAB. TANGERANG - Untuk mengatasi kemacetan di Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meyiapkan anggaran Rp 700 miliar untuk membangun empat flyover. Keempat flyover itu akan dibangun di Desa Bitung Jaya, dan Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Islamic Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, dan Cisauk, Kecamatan Cisauk.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyanto mengatakan, Pemkab Tangerang akan membangun empat flyover atau jembatan layang dan satu jalan terowongan untuk mengatasi kemacetan.

Menurut Slamet, setiap jembatan layang akan dibangun sepanjang 600 meter dengan lebar 12 meter. ”Anggaran setiap titik flyover Rp 175 miliar, jadi total keseluruhan empat flayover dianggaran Rp 700 miliar. Anggarannya sudah disiapkan,” kata Slamet kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/4).

Menurut Slamet, realisasi pembangunan flayover akan dilakukan skala prioritas atau tidak bersamaan. Berdasarkan kajian DBMSDA dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, kata Slamet, titik yang paling mendesak dan segera dibangun flyover dalam waktu dekat ini adalah Kecamatan Cisauk dan Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa. "Dua titik ini level kemacetan sudah diambang batas, maka harus segera dibangun flyover," imbuhnya.

Untuk pembangunan flyover di Kecamatan Cisauk, Slamet menargetkan akan dimulai akhir 2019 dan bisa dioperasikan pada 2021 mendatang. Sementara itu, untuk pembangunan flyover di Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, pihaknya menunggu hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempu PR), karena jalan Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa ada sebagian kewenangan pemerintah pusat. “Target penyelesaiannya itu dua tahun. Jadi jika pengerjaannya 2019, maka dapat diselesaikan pada 2021,” ujarnya.

Slamet menambahkan, untuk pembangunan flyover Islamic Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua dan Cikupa, Kecamatan Cikupa saat ini masih dalam proses pembuatan Detail Engineering Design (DED). Setelah DED selesai baru ditentukan pembebasan lahan dan pembangunan kontruksinya. “Intinya, pembangunan empat Flayover itu untuk mengtasi kemacetan di Kabupaten Tangerang yang selama ini dikeluhkan. Bila kemacetan terus dibiarkan, dipastikan menghambat perekonomian,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi mengatakan, flyover atau jembatan layang mendesak untuk dibangun, khususnya di Cisauk, Bitung dan Cikupa. "Karena kondisi jalan sudah overload, pelebaran jalan sudah tidak memungkinkan, jalan satu satunya adalah membuat jalan layang," kata Bambang melalui telepon.

Berdasarkan hasil kajian, kata Bambang, kepadatan lalu lintas di Cisauk, Bitung dan Cikupa sudah diatas ambang batas. "Rasionya sudah sampai 6, sudah paling parah," katanya.
Menurut Bambang, untuk mengurai kemacetan dititik titik tersebut juga sulit.

Perilaku pengendara dan masyarakat selama ini juga menjadi penyebab kesemrawutan jalan itu. "Ngetem seeenaknya, bahu jalan digunakan untuk berjualan, penertiban sudah sering dilakukan, tapi kembali lagi," tuturnya.

Bambang menambahkan, selain membangun flyover, Pemkab Tangerang juga harus membangun Terminal Tipe C di kawasan Kecamatan Curug. Langkah ini untuk menampung bus angkutan antar kota yang selama ini ngetem di Bitung. “Kemacetan di Bitung itu komplek. Saya meyarankan selain membangun flyover juga harus dibangun terminal, biar angkut tidak ngetem di Bitjng,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook