Kabupaten Serang Paling Rawan Politik Uang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 16 April 2019 - 12:24:52 WIB   |  dibaca: 455 kali
Kabupaten Serang Paling Rawan Politik Uang

PERLU PENGAWASAN KETAT : Data TPS yang dirilis Bawaslu Banten di di Aula kantor Bawaslu Banten, Senin (15/4).

SERANG – Kabupaten Serang menjadi daerah dengan tingkat kerawanan praktik money politic atau politik uang tertinggi di Banten. Penetapan terseut diperoleh berdasarkan analisis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten terhadap demografi wilayah dan rekam jejak pada pemilu sebelumnya. Hal tersebut terungkap dalam ekspos persiapan pelaksanaan Pemilu 2019 di Sekretariat Bawaslu Provinsi Banten, Senin (15/4).

Berdasarkan data yang dirilis, dari total 11.303 tempat pemungutan suara (TPS) rawan kecurangan di Banten, jika dinilai berdasarkan indikator potensi terjadinya politik uang, Kabupaten Serang menempati peringkat pertama. Kabupaten Serang memeroleh prosentase sebesar 46,83 persen.

Kabupaten Serang kembali bertengger di urutan teratas jika dinilai dari indikator logistik pemilu dengan prosentase 50,53 persen. Kabupaten Serang juga masih berada diperingkat satu untuk dua indikator lainnya yaitu indikator netralitas ASN sebesar 51,12 persen. Sementara untuk indikator penyelenggara atau ketaatan prosedur pemungutan suara sebesar 63,29 persen.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten Nuryati Solapari mengatakan, secara umum potensi terjadinya praktik politik uang terdapat di delapan kabupaten/kota di Banten. Akan tetapi, jika diakumulasikan, Kabupaten Serang berada pada peringkat teratas.“Di daerah lain tetap ada potensi politik uang namun ketika dijumlah secara signifikan, ada di tiga kabupaten yaitu Serang, Pandeglang dan Lebak. Itu tanpa menafikan kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi tersebut mengatakan, penetapan TPS dengan indikator tersebut diperoleh berdasarkan analisis demografi wilayah dan rekam jejak pada pemilu sebelumnya. “TPS rawan ini merupakan salah satu identifikasi awal. Tentu ini bagian dari upaya untuk meminimalisasi atau pencegah terjadinya pelanggaran pada pelaksanaan pada hari H itu sendiri,” katanya.

Dia menegaskan, pemetaan tersebut bukan berarti pelanggaran itu akan terjadi, akan tetapi lebih pada pencegahan. Oleh karena itu, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya seperti penekanan peserta pemilu untuk melaksanakan kewajiban di masa tenang pemilu. “Tidak melakukan hal-hal yang dilarang dalam hari tenang. Kami juga secara terus menerus melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK). Tak ketinggalan, Bawaslu juga melakukan patroli pengawasan hingga perekrutan pengawas TPS untuk ditempatkan di 33.420 TPS,” ungkapnya. 

Terkait hal tersebut, Komisioner KPU Provinsi Banten Eka Setyalaksmana mengatakan, pihaknya bersama Bawaslu selalu berupaya menekan agar potensi-potensi kecurangan tak terjadi. Seperti misalnya untuk indikator kerawanan ketaatan prosedur pemungutan suara.

KPU tidak akan segan untuk memecat penyelenggara yang terbukti melakukan pelanggaran atau tidak netral.“Walaupun sedang penghitungan suara, kalau terbukti kita akan pecat. Itu juga sudah kita lakukan terhadap oknum di Kabupaten Pandeglang yang kedapatan mengangkat alat peraga kampanye dengan salah satu tim sukses, itu sudah kita PAW (pergantian antar waktu),” ujarnya.

Sementara terkait logistik, lanjut Eka, hal itu berhubungan dengan ketersediaan surat suara untuk TPS daftar pemilih tambahan (DPTb) di bandara, rutan (rumah tahanan) dan  lapas (lembaga pemasayarakatan).“Kita sudah siapakan, tinggal menunggu surat suaranya sedang disiapkan oleh KPU RI. Besok (hari ini-red) harus sudah masuk ke TPS,” tegasnya.

Diberitakan sebelumya, Bawaslu Provinsi Banten merilis ada 11.303 TPS rawan kecurangan di Banten pada Pemilu 2019, Sabtu (13/4). Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang sebanyak 2.279 TPS, Kabupaten Lebak 2.517 TPS, Kabupaten Pandeglang 2.085 TPS, Kota Tangerang Selatan 1.346 TPS, Kabupaten Serang 1.131 TPS, Kota Serang 544 TPS, Kota Tangerang 428 TPS dan Kota Cilegon 473 TPS. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook