Untung Jual Narkoba, Borong Tanah dan Beli Tiga Mobil

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 16 April 2019 - 12:29:44 WIB   |  dibaca: 559 kali
Untung Jual Narkoba, Borong Tanah dan Beli Tiga Mobil

NARKOBA - Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir memimpin kegiatan pemusnahan dua kilogram sabu di Mapolda Banten, Senin (15/4).

SERANG - Dillah (32), warga Kampung Lembur Asem, Desa Sidakmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang mendadak kaya karena bisnis narkoba jenis sabu-sabu. Dari bisnis haramnya itu, pelaku memiliki sejumlah aset kekayaan di wilayah Kabupaten Serang dan Lebak.

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya beberapa aset yang dimiliki pelaku di antaranya sebidang tanah seluas 2 ribu meter persegi, 2 kandang ternak ayam, ternak kambing, rumah kontrakan dua lantai sebanyak 6 pintu yang ada di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Selanjutnya, Dillah juga memiliki satu unit rumah mewah di Perumahan Baros Indah Permai, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, 3 unit sepeda motor berbagai macam merk, 3 unit roda empat salah satunya Honda CRV, 30 tabung gas elpiji, uang tunai Rp200 juta dan 4 unit handphone berbagai merek.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba jaringan negara Pakistan tersebut bermula dari penyidikan kasus narkoba terhadap tersangka M Hasanuddin dan Asep Sanusi pada 12 Februari 2019 lalu. Dari pengembangan itu, diketahui jika sabu tersebut dibeli dari tersangka Dillah."Jaringan ini banyak dari Cina, tapi khusus jaringan ini dari Pakistan," kata Kapolda Banten saat melakukan pemusnahan barang bukti 2 kilogram sabu dengan cara diblender di Mapolda Banten, Senin (15/4).

Tomsi mengungkapkan, Dillah ditangkap pada 18 Maret 2019 di Perumahan Baros Indah Permai, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak. Dari situ, polisi juga menangkap tersangka Budi Iskandar (29), Ules (42) dan Yeni (51) dan barang bukti 2 kilogram sabu."Narkoba itu dipesan melalui telepon dari warga binaan Lapas Tangerang, Achmed warga negara asing asal Iran. Sabu diambil di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Narkoba itu diedarkan Pandeglang dan Lebak. Bahkan, penyebarannya sudah dijual ke kampung-kampung," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tomsi mengungkapkan, sejumlah aset yang dimiliki oleh tersangka Dillah, diduga kuat merupakan hasil bisnis narkoba yang sudah digeluti selama 4 tahun. Untuk itu aset hasil pencucian uang tersebut disita oleh pihak kepolisian. "Dari hasil pemeriksaan bahwa barang-barang yang kita tunjukan tadi (Rumah, tanah, ternak, mobil dan yang lainnya) diduga dibeli dari hasil keuntungan bisnis tersebut. Selama 4 tahun yang bersangkutan menggeluti bisnis sabu-sabu. Memang residivis dalam kasus yang sama pernah dihukum 8 tahun baru keluar 1 tahun ditangkap lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo mengatakan, dari hasil penyelidikan, sabu yang dimiliki tersangka awalnya sebanyak 6 kilogram sabu dan tersisa 2 kilogram yang kini menjadi barang bukti kepolisian. "Pengakuannya 6 kilogram, ini masih kita kembangkan," katanya.

Yohanes menegaskan para pelaku diancam pasal 114 ayat (2), subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 131 ayat (1) UU tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati."Untuk tersangka Dillah juga akan dijerat Pasal 137 huruf A dan B Undang-Undang Nakotika Pasal 2 ayat 1 Pasal 3, Pasal 4, Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," tegasnya.  (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook