Lima Warga Diduga Keracunan Bau Kimia PT Dover

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 18 April 2019 - 10:55:14 WIB   |  dibaca: 618 kali
Lima Warga Diduga Keracunan Bau Kimia PT Dover

DIPULANGKAN : Siswa SD di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol dipulangkan diduga akibat bau kimia PT Dover, Selasa (16/4).

CILEGON - Warga Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol mengeluhkan bau kimia dari PT Dover Chemical, Selasa (16/4) siang. Akibat bau kimia itu, lima warga dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon karena mengalami pusing-puisng hingga sesak nafas.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Warga Sumur Wuluh mencium bau tak sedap. Setelah ditelusuri, sumber bau diduga berasal dari PT Dover, yang letaknya hanya berjarak beberapa meter saja dari pemukiman. Warga tidak mengetahui, bau tersebut dari bahan kimia jenis apa.

Bau tak sedap tidak hanya dirasakan warga pemukiman, siswa Sekolah Dasar (SD) Sumur Wuluh juga mengeluhkannya. Puluhan siswa yang sedang aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) itu mengalami kepanikan. Mereka akhirnya dipulangkan oleh pihak sekolah sekitar pukul 10.15 WIB.

Hingga pukul 12.00 WIB, bau tak sedap tersebut masih tercium.Lima warga yang mengalami sesak nafas akibat berjam-jam menghirup bau tak sedap itu pun akhirnya dilarikan ke RS Krakatau Medika. Beberapa warga juga mengalami mual-mual.

Baru sekitar pukul 14.00 WIB, bau tak sedap hilang.Warga pun beramai-ramai mendatangi PT Dover Chemical untuk meminta penjelasan secara langsung pihak perusahaan yang memroduksi bahan kimia itu.

Salah satu warga terlihat bersitegang dengan petugas keamanan pabrik tersebut. Wargapun tidak puas lantaran petugas keamanan melarang warga masuk, namun Humas PT Dover Chemical, Rahmatullah menemui warga.

Ketua RW 03 Kelurahan Gerem, Fatullah mengatakan, ada lima warga yang dilarikan ke RSKM akibat mengalami gangguan pernafasan. Ada lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak akibat bau kimia itu.

Fatullah menjelaskan, seluruh warganya merasakan sesak nafas, pusing, serta mual saat menghirup bau kimia tersebut. “Lima orang sampe dibawa ke rumah sakit, meski hanya beberapa jam saja setelah diperiksa terus pada pulang,” katanya.

Menurut Fathullah, Ia dan warga sengaja mendatangi area pabrik untuk mendapatkan penjelasan secara langsung apa yang sedang terjadi, karena sebelum bau kimia tercium tidak ada peringatan apapun dari perusahaan. “Tahu-tahu bau kimia saja, itu kan berbahaya, harusnya ada sirine atau apa kalau ada gangguan di pabrik,” ujar Fathullah.

Mewakili warga, Fathullah berharap pabrik itu ditutup karena lokasinya yang sangat berdekatan dengan permukiman warga. Pabrik yang dibangun untuk memproduksi gliserin itu hanya dipisahkan oleh jalan akses Pintu Tol Merak saja. “Dari awal, warga Sumur Wuluh juga menolak berdirinya pabrik itu, tapi kenapa kok perusahaan tetap berdiri,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah memerhatikan keselamatan warga Sumur Wuluh. Jangan sampai hanya kepentingan industri, warga yang harus menelan dampaknya. “Jarak antara industri sama rumah sangat berdekatan, dulu pas akhir 2018 juga pernah bau kayak gini. Tapi dulu juga ada serbuk kimia yang tumpah. Ini tidak ada tanda-tanda. Intinya kami menolak keberadaan pabrik,” tandasnya.

Bagian Humas PT Dover Chemical, Rahmatullah mengatakan, area yang menimbulkan bau itu masih dalam proyek dan belum melakukan aktifitas produksi. Namun perusahaan tengah melakukan serangkaian tes terhadap mesin-mesin yang akan digunakan. “Jadi saat ini perusahaan sedang memastikan alat, ketika saat produksi tidak terjadi mis teknis lagi,” ujar Rahmatullah.

Bagi warga yang terdampak paparan bau kimia, Rahmatullah mengklaim pihaknya telah memberikan respon maksimal dengan membawa korban ke rumah sakit. “Warga di rumah sakit sekira setengah jam, menurut dokter paparannya tidak terlalu berbahaya. Dengan terjadinya hal ini, aktifitas itu pun dihentikan hingga tanggal 24 April mendatang. Aktifitas perusahaan akan kembali dilakukan usai manajemen dan masyarakat melakukan pertemuan di tanggal tersebut,” ujarnya.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Edi Suhadi mengatakan, sesaat setelah menerima laporan adanya bau kimia, pihaknya menerjunkan 10 orang untuk melakukan pengecekan ke lapangan sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, sampai kemarin pihaknya belum mendapat laporan dari staf yang ke lapangan. “Kami juga sudah surati PT Dover pada Selasa siang juga untuk meminta kejelasan tapi mangkir tidak datang. Saya rencana besok (Hari ini -red) akan panggil Dover lagi untuk memintai keterangan,” cetusnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook