Kurangi AKI, Warga Diminta Peduli Ibu Hamil

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 18 April 2019 - 10:59:16 WIB   |  dibaca: 366 kali
Kurangi AKI, Warga Diminta Peduli Ibu Hamil

FOTO BERSAMA : Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Eni Anita Sulisa berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi GSI, Senin (17/4).

CILEGON – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon menggelar kegiatan sosialisasi gerakan sayang ibu (GSI). Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tren AKI fluktuatif. Pada 2014 ditemukan 12 kasus, 2015 ditemukan 15 kasus, 2016 sebanyak 16 kasus, 2017 sebanyak 12 kasus,  dan 2018 kembali naik menjadi 14 kasus. Pada awal 2019, per Maret sudah ditemukan empat kasus.

Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita Susila menjelaskan, GSI harus diterapkan, sehingga lingkungan atau warga bisa bersama-sama memiliki kesadaran dan rasa tanggungjawab untuk menjaga bersama, terutama saat adanya ibu hamil, seperti tersedianya kendaraan yang bisa dipakai kapan saja atau ambulans masyarakat.

“Lingkungan harus dibangun dengan kesadaran bersama, terutama untuk meningkatkan kesadaran warga atau kepedulianya kepada perempuan yang sedang hamil,” katanya kepada wartawan usai membuka sosialisasi GSI di salah satu restoran, Selasa (16/4).

Heni menjelaskan, selain lingkungan, sejumlah pihak seperti swasta dan rumah sakit juga harus mampu memberikan fasilitas kepada perempuan yang hamil. Hal ini agar ketika ada kejadian bisa ditangani secara baik dan benar, sehingga tidak ada keterlambatan yang membahayakan ibu hamil tersebut.“Sudah ada (juga) sejumlah perusahaan yang sudah menerapkan GSI, namun kebanyakan masih belum. Diharapkan ini bisa diikuti oleh perusahaan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan  (Dinkes) Kota Cilegon, Siti Yiningsih menyampaikan, selain perlu kesamaan pemikiran dan juga rasa tanggungjawab bersama terhadap ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan, ibu hamil juga harus memiliki kesadaran untuk rutin mengecek kondisi tubuh dan kandungannya.

Sebab, kondisi tubuh ibu sangat menentukan dan bisa diantisipasi ketika mengalami gangguan.“Soal kesehatan juga harus diingatkan para ibu hamil untuk periksa. Sebab, dengan pemeriksaan bisa diketahui kondisi tubuh yang berisiko. Misalnya, hipertensi atau lainnya,” papar saat memberikan materi.

Selain itu, lanjut Yuningsih, kader harus melakukan pendampingan dengan seksama, sehingga kondisi ibu hamil bisa terus terpantau perkembangannya.“Harus dipantau secara rutin. Perkembangannya harus dipantau selalu. Sebab, risiko ibu hamil lebih tinggi,” imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook