Pemkot Bahas Parkir di Tepi Jalan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 18 April 2019 - 11:52:03 WIB   |  dibaca: 205 kali
Pemkot Bahas Parkir di Tepi Jalan

PARKIR DI TROTOAR: Beberapa kendaraan parkir di trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Serang, kemarin. Pemkot Serang akan membahas soal parkir di tepi jalan umum.

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana akan membahas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang akan melarang parkir di tepi jalan. Sebab, pelarangan ini akan berimbas pada hilangnya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang.“Parkir liar sedang dikaji, kalau pun itu instruksi Provinsi Banten, kemudian juga di aturannya kalau di badan jalan parkirnya tidak dikenakan parkir, dan Insya Allah pemkot akan mengikuti aturan-aturan yang ada,” ujar Walikota Serang Syafrudin usai mencoblos di TPS 003, Lingkungan Cipocok Jaya, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (17/4).

Untuk daerah pertokoan yang tidak memiliki lahan parkir, ia juga menyebutkan bahwa ke depan setelah adanya aturan dari Pemprov Banten diterapkan pemkot akan menyosialisasikan kepada pertokoan untuk membuat lahan parkir. Syafrudin akan memikirkan pertokoan supaya memiliki lahan parkir, karena Kota Serang akan semakin padat dan maju.“Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada pertokoan untuk menyiapkan parkir. Memang idealnya harus menyiapkan parkir pertokoan di pinggir jalan itu, karena ini akibat pelebaran-pelebaran jalan, jadi otomatis toko itu mepet, kalau dulu ada tempat parkir,” ujarnya.

Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan serius di lingkungan Pemkot Serang tentang rencana pelarangan parkir di tepi jalan. Rencananya, jalan-jalan yang mejadi kewenangan Pemprov Banten akan dilarang ada parkir.“Kita akan ngobrol dulu dengan OPD terkait nanti bagusnya kayak gimana,” kata Subadri, Rabu (17/4).    

Karena belum membahas masalah itu, kata Subadri, maka ia mengaku belum bisa berkomentar mengenai rencana yang akan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten tersebut. Meski demikian, pada prinsipnya ia akan selalu mendukung apa pun selama membawa kebaikan untuk masyarakat Kota Serang maka akan selalu ia dukung.“Tapi apa pun yang jelas secara pribadi apa pun keputusan provinsi sepanjang itu manfaat buat Kota Serang tidak ada istilah tidak mendukung,” katanya.

Apalagi, keputusan atau program yang diambil oleh Pemprov Banten itu berguna untuk membuat Kota Serang akan lebih tertib dan tertata secara baik. Sehingga Kota Serang akan menjadi kota yang indah dan rapi.“Apalagi itu kan upaya untuk mengurangi kemacetan di Kota Serang,” tuturnya.

Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo mengatakan bahwa sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, jalan nasional dan provinsi dilarang dijadikan lahan parkir. Karena itu, dinas perhubungan berencana menerapkan larangan parkir di badan jalan dan trotoar di jalan-jalan yang merupakan kewenangan Pemprov Banten.

Tri mengatakan bahwa saat ini dinas perhubungan masih dalam tahap sosialisasi aturan tersebut. Namun bila waktunya sudah tiba, maka sepanjang jalan yang merupakan kewenangan Provinsi Banten akan dilarang digunakan sebagai lahan parkir.Agar memberikan efek jera, pelanggar yang memarkirkan kendaraannnya di tepi jalan maka diderek. (harir/tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook