Ratusan Warga Binaan Rutan dan Lapas Tak Nyoblos

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 18 April 2019 - 12:32:05 WIB   |  dibaca: 220 kali
Ratusan Warga Binaan Rutan dan Lapas Tak Nyoblos

SERANG - Sebanyak 185 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Serang, dan 126 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, tidak bisa mencoblos di TPS khusus lapas tersebut lantaran banyak yang tidak terdaftar di data Pemilu.

Kepala Rutan Kelas II B Serang Anton mengatakan warga binaan penghuni rutan tercatat sebanyak 560 orang. Dari jumlah itu hanya 375 orang yang memiliki hak suara, terdiri dari 164 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), 210 orang memggunakan suket dan 1 orang daftar pemilih khusus (DPK).

"Tadi malam (kemarin malam -red) kita menerima 26 tahanan baru dan datanya tidak terverifikasi, kemudian dari KPU sendiri menyatakan nama-nama yang disusulkan 493 orang, tapi yang diakui hanya 375 orang, karena nama yang diusulkan tidak terverifikasi," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Anton, banyaknya warga binaan yang tidak ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019 ini cukup disayangkan. Apalagi saat ini bertepatan dengan pemilihan Presiden RI dan hanya terjadi selama 5 tahun sekali."Sayang, kecuali pileg ya. Bahkan dari 84 petugas yang ada disini hanya separuhnya saja yang bisa nyoblos," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Serang Suherman mengatakan, dari 730 penghuni Lapas, hanya 604 warga binaan yang ikut menyoblos. Sedangkan 126 warga binaan tidak ikut berpartisipasi lantaran tak terdaftar."Setelah diproses verifikasi, NIK (nomor induk kependudukan)-nya tidak ketemu. Di Lapas sendiri dari semua wilayah, ada dari Jakarta pindah kesini tidak terdata, karena memang bukan hanya orang Banten saja yang disini," katanya.

Menurut Suherman, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin agar ratusan warga binaan Lapas Serang mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia, dengan berkordinasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)."Ada panwas, saksi-saksi ada dan dari pihak kepolisian juga ada. Ahamdulillah semua berjalan lancar," ungkapnya.

Suherman mengungkapkan pelaksanaan pemilu di Lapas Serang dengan jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) sebanyak 4 tempat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Proses pencoblosan juga dijaga aparat kepolisian dan di pantai Bawaslu Kota Serang."Kita intens berkoordinasi dengan KPU Kota dan Kabupaten bahkan ke Disdukcapil dan untuk yang lain (Luar daerah) kita ke KPU dan Disdukcapil Provinsi," ujarnya.

Terpisah, sebanyak enam orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjadi pasien Yayasan Bani Syifa Desa Payabrangan, Kecamatan Pamarayan menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 07 di desa tersebut. Tidak ada kendala pada mereka saat menyalurkan hak pilihnya namun mereka mengalami kesulitan saat melipat kertas surat suara calong anggota legislatif (caleg).

Enam ODGJ dimaksud, yakni Karlim warga Tangerang, Suganda warga Kabupaten Serang, Juweni warga Kasemen, Kota Serang, Hasbulloh warga Balikpapan, Kalimantan Timur, Slamet warga Jawa Tengah, dan Romi warga Depok, Jawa Barat. “Sudah mencoblos semua. Enggak ada kesulitan, mereka mengikuti yang lain (yang normal-red) dari mulai mencoblos sampai mencelupkan jari ke tinta,” kata Toni Azhari, anggota KPSS TPS 07, Rabu (17/4).

Ia menuturkan, para ODGJ tersebut sudah memahami terkait yang akan mereka pilih, hal itu terlihat saat mereka diarahkan tidak ada kesulitan bagi para petugas TPS. “Karena mereka (ODGJ-red) ini dari berbagai daerah di Indonesia jadi ada yang hanya memilih presiden saja, kalau yang orang Banten ada yang memilih caleg dan DPD. Tadi (kemarin-red) waktu melipat surat suara ada kesulitan terus kita bantu,” ujarnya.

Ketua Yayasan Bani Syifa Baehaki mengatakan, mereka yang mendapat panggilan merupakan ODGJ yang kondisinya sudah mulai membaik sampai dengan 80 persen. “Mereka sudah bisa kita ajak komunikasi dan sudah bisa membersihkan badannya sendiri. Sebenarnya yang sudah kondisinya 80 persen itu ada 40 orang lebih tapi hanya enam orang yang dapat panggilan, padahal sebelumnya 10 orang yang didata,” katanya.

Sementara itu, hasil perhitungan suara di kampung halaman calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin di TPS 05 Desa Tanara, Kecamatan Tanara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara 136 sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh suara 82 dan suara tidak sah 15. Adapun untuk jumlah daftar pemilih tetap (DPT)nya sebanyak 273 orang dan yang menggunakan hak pilihnya 233 orang.

Ahmad Sauqi, anak pertama Ma'ruf Amin berharap, perolehan suara paslon nomor urut 01 di Provinsi Banten mencapai 60 persen dengan upaya yang dilakukan oleh simpul-simpul relawan yang ada. “Kalau di sini (TPS 05-red) bisa maksimal perolehannya. Kita berharap kalau Pak Kiai berhasil bisa membawa kemaslahatan buat dirinya sendiri, keluarga, umat, dan negara. Kita yakin beliau bisa mengemban amanah itu,” katanya.

Usai mencoblos, Sauqi akan langsung mengunjungi kediaman orangtuanya di Koja, Jakarta utara untuk memantau perolehan suara di Jakarta. “Saya harus ke sana (Jakarta-red) sambil memantau di lapangan. Selama hari tenang beliua di sana (Jakarta-red) untuk istirahat. Kalau di sini setiap malam menggelar doa bersama baik saat ada hajat atau tidak,” tuturnya. (darjat/tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook