Stisip BR Gencar Kader Mahasiawa Hadapi Era 4.0

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 22 April 2019 - 12:29:50 WIB   |  dibaca: 387 kali
Stisip BR Gencar Kader Mahasiawa  Hadapi Era 4.0

LATIHAN: Sejumlah mahasiswa STISIP Banten Raya mengikuti Latihan Keterampilan Menejemen Mahasiswa, Sabtu (20/4).

PANDEGLANG- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Banten Raya menggelar Latihan Keterampilan Menejemen Mahasiswa (LKMM). Pelatihan ini dimaksudkan untuk menyiapkan lulusan yang dapat mewujudkan harapan lembaga dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"Revolusi industri 4.0 telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Kekhawatiran akan perubahan struktur kerja telah muncul akibat revolusi industri. Revolusi Industri juga sangat berdampak pada lulusan STISIP Banten Raya terutama pada angkatan kerja alumni. Berbagai kondisi dunia kerja yang tidak dapat dibayangkan saat ini, akan terjadi di masa depan," demikian kata Ketua STISIP Banten Raya, Dr Siswara.

Ditambahkan Siswara, sulitnya mencari pekerjaan akan dirasakan bagi mahasiswa yang tidak mempersiapkan diri.  Sedangkan tingkat kebutuhan hidup kata Siswara terus meningkat. "Maka STISIP melalui BEM menyelenggarakan kegiatan ini semata ingin menyampaikan bahwa Revolusi industri 4.0 harus dihadapi dengan meningkatkan skill dan wawasan yang mumpuni yang harus dimiliki oleh diri setiap mahasiswa," tandasnya.

Masih kata Siawara, pengembangan core competency (meningkatkan kompetensi) yang perlu didukung oleh self-competency (kompetensi diri) perlu dilakukan salah satunya melalui dengan the strong need for achievement (kekuatan untuk memenuhi kebutuhan). "Seseorang harus mempunyai tujuan, arah hidup yang seperti apa dan bagaimana di masa depan. Sesuai filosofi “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit” pungkasnya.

Akademisi STISIP Banten Raya lainnya Darla Efendi mengatakan, penguatan melalui sistem pendidikan yang selalu mengutamakan kemampuan dalam keterampilan menjadi transformasi pengetahuan, perlu terus dilakukan menghadapi Revolusi Industri 4.0. "Revolusi industri 4.0 bukan hanya membutuhkan keahlian dibidang teknologi.

Tetapi dibutuhkan keahlian dalam bidang sosial dan emosi. Keahlian teknologi memang sangat penting, tetapi mayoritas pekerjaan yang berhubungan langsung dengan teknologi di masa depan dapat dilakukan oleh mesin Strategi utama yang perlu dilakukan adalah menyediakan tempat dan lingkungan yang baik dan aman untuk mengembangkan skill, mengembangkan relasi antar mahasiswa dan lembaga pendidikan, memberikan peluang berpikir terbuka dan juga sifat kreatif." (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook