Koalisi Jokowi-Amin Dinilai Tak Solid

nurul roudhoh   |   Politik  |   Senin, 22 April 2019 - 13:10:21 WIB   |  dibaca: 912 kali
Koalisi Jokowi-Amin Dinilai Tak Solid

SERANG – Kegagalan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Banten dipengaruhi oleh koalisi partai politik (parpol) pengusung di Banten yang tak solid. Calon petahana itu justru terbantu oleh para relawannya. Demikian disampaikan pengamat politik dari Untirta, Suwaib Amiruddin, Minggu (21/4).

"Partai politik sebagai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin kelihatannya tidak bekerja secara maksimal,” ujarnya. Seperti diketahui, Jokowi-Amin diusung oleh koalisi parpol yang cukup gemuk. Mereka adalah PDIP, Golkar, PKB, PPP, Hanura, NasDem dan PKPI.

Menurut dosen FISIP Untirta itu, selama tahapan pemilu parpol pengusung Jokowi-Amin cenderung lebih sibuk mengamankan perhelatan pemilihan anggota legislatif (pileg)."Apalagi di Banten polarisasi internal parpol agak tajam.

Parpol lebih banyak menyelamatkan kader di pileg dibandingkan pilpres. Saya menilai parpol sudah mengarah ke pragmatis. Butuh ongkos kampanye, Jadi kalau hanya modal internal agak sulit digerakkan untuk menyuarakan Jokowi-Amin," katanya.

Meski demikian, Suwaib menyebut parpol koalisi Jokowi-Amin tetap melaksanakan kewajibannya menyosialisasikan capres-cawapresnya. Akan tetapi hal itu dilakukan hanya sebatas untuk mengugurkan kewajiban."Parpol hanya sekadar konsolidasi, sebatas agenda kampanye partai saja. Karena ketika Jokowi-Amin beberapa kali ke Banten sebenarnya lebih pada silaturahmi dibandingkan dengan agenda parpol," ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Suwaib, dukungan lebih banyak malah ditunjukan oleh para barisan relawan Jokowi-Amin. Barisan relawan ini lah yang dinilainya mampu membawa Jokowi-Amin bersaing lebih ketat capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Suabianto-Sandiaga Uno. "Sehingga pada akhirnya malah parpol bergabung dengan relawan," tutur pemegang gelar doktral dari Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Pemandangan kontras ditunjukkan parpol pengusung Prabowo-Sandi di Banten. Menurutnya, mesin parpol calon penantang petahana itu mampu bekerja optimal dengan ditopang sayap parpol yang cukup terkonsolidasi.

Begitu juga yang dilakukan caleg pendukung Prabowo-Sandi. Suwaib menilai, maksimalnya perolehan suara di Banten karena para caleg juga ikut mengajak masyarakat memilih Prabowo-Sandi. "Konsolidasi partai ke organisasi masyarakat (ormas) juga tergolong masif. Pendekatan yang dilakukan oleh kalangan internal parpol pendukung Prabowo-Sandi juga cukup masif," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin Provinsi Banten, Andika Hazrumy mengatakan, apapun haisl yang dperoleh akan menjadi bahan evaluasi tim. Agenda tersebut akan digelar setelah real count dari KPU telah rampung 100 persen.“Tentu nanti Pak Asep (Asep Rahmatullah, Ketua TKD Jokowi-Amin Banten) akan memimpin evaluasi ini. Semua akan dibahas dan dievaluasi, tapi ya tunggu perhitungan (real count) selesai dulu,” kata Andika.

Evaluasi serupa juga akan dilaksanakan untuk internal Golkar Banten mengingat dirinya adalah Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Wilayah Banten. Meski begitu, Andika mengaku bahwa Golkar sebagai partai pengusung Jokowi-Amin telah berusaha sekuat tenaga dan secara bersungguh-sungguh.“Evaluasi akan kita lakukan secara menyeluruh, termasuk isu-isu apa sebenarnya yang sangat berpengaruh dalam pilpres kemarin,” tegasnya.

Berdasarkan real count KPU di pemilu2019.kpu.go.id pada Minggu (21/4) hingga ditutup pukul 17.00 WIB, sementara di wilayah Banten Jokowi-Amin memeroleh persentase perolehan suara sebesar 35,7 persen. Sementara Prabowo-Sandi sebesar 64,3 persen. Data masuk dari 2.588 dari 33.471 tempat pemungutan suara (TPS) atau sebesar 7,73 persen. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook