Bertambah, 22 TPS Coblosan Ulang

nurul roudhoh   |   Politik  |   Senin, 22 April 2019 - 13:12:12 WIB   |  dibaca: 1098 kali
Bertambah, 22 TPS Coblosan Ulang

MASUKKAN SURAT SUARA : Warga memberikan hak suaranya saat dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 di Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Minggu (21/4).

SERANG – Setelah sebelumnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa daerah Banten yang direkomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU), kini 22 TPS di 10 kelurahan di Kota Tangerang diusulkan coblosan ulang pada Sabtu (27/4) nanti. Usulan PSU dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) itu rata-rata karena adanya pemilih dari luar daerah yang ikut mencoblos d TPS tersebut.

Berdasarkan data yang diterima Banten Raya, 22 TPS tersebut terdiri atas TPS 07 Jurumudi, Kecamatan Benda dengan temuan kotak suara pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) dibuka Panitia Pemungutan suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Rekomendasinya PSU untuk tingkat PPWP. Lalu, TPS 48, Kecamaan Cipondoh dan TPS 4 Larangan Indah, Kecamatan Larangan dengan temuan melebihi batas waktu coblosan untuk tingkat DPRD Kota Tangerang. Rekomendasi, PSU untuk tingkat DPRD Kota Tangerang.  

Selanjutnya, TPS 14 Manisjaya, Kecamatan Jatiuwung dengan temuan proses coblosan dihentikan sebelum waktunya sehingga direkomendasikan PSU di semua tingkatan. TPS 49 Gandarasa, Kecamatan Jatiuwung dengan temuan ada warga menjadi pemilih di luar ketentuan undang-undang dan direkomendasikan PSU untuk PPWP.

Kemudian, dua TPS di Kecamatan Karawaci, TPS 10 Cimone dengan temuan ada warga menjadi pemilih di luar ketentuan. TPS 26 dengan temuan di luar daftar pemilih khusus (DPK) menjadi pemilih. Kedua TPS itu direkomendasikan untuk PSU tingkat PPWP.

Sementara di Kecamatan Cibodas terdapat 14 TPS. TPS 50 Panunggangan Barat degan temuan ada warga menjadi pemilih di luar ketentuan dengan rekomendasi PSU PPWP. TPS 31 Jatiuwung, Kecamatan Cibodas dengan temuan surat suara ditulis nama dan tanda tangan sehingga direkomendasikan PSU di semua tingkatan.

12 TPS sisanya seluruhnya terjadi di Kelurahan Uwung Jaya. TPS 02 temuan kurang 90 surat suara dari 240 daftar pemilih tetap (DPT) dan proses pemungutan suara tetap dilanjutkan. TPS 04 temuan kurang 20 surat suara dari 150 DPT. TPS 2 temuan kurang 90 surat suara dari 240 DPT. TPS 09 temuan kurang 71 surat suara dari DPT 221 DPT. TPS 14 temuan kurang 63 surat suara dari 218 DPT. TPS 21 temuan kurang 69 surat suara dari DPT 219.

TPS 24 temuan kurang 67 surat suara dari DPT 217. TPS 31 temuan kurang 112 surat suara dari DPT 262. TPS 37 temuan kurang 119 surat suara dari DPT 269. TPS 54 temuan kurang 115 surat suara dari DPT 265. TPS 56 temuan kurang 58 surat suara dari DPT 208. TPS 60 temuan kurang 11 surat suara dari DPT 239. TPS 61 kurang 26 surat suara dari DPT 211 dan TPS 70 kurang 145 surat suara dari DPT 295. 12 TPS itu direkomendasikan PSU untuk tingkat DPR RI.  

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Didih M Sudi mengatakan, 22 TPS yang diusulkan untuk PSU tersebut dikeluarkan oleh Bawaslu Kota Tangerang. Akan tetapi, kata Didih, tidak semua usulan itu berkaitan dengan PSU tapi juga ada pemungutan suara lanjutan (PSL).

“22 TPS di sepuluh kelurahan, enam kecamatan. Ada yang PSU, ada yang pemilu lanjutan (PSL-red) untuk jenis pemilu tertentu. PSL terjadi karena saat pemungutan suara terjadi kekurangan surat suara,” ujar Didih saat dihubungi, kemarin.

Mantan komisioner KPU Provinsi Banten ini menuturkan, alasan diusulkannya PSU cukup bervariatif. Rata-rata dalam pengawasannya, Bawaslu menemukan adanya pemilih dari luar daerah yang ikut mencoblos. “Variatif, tapi umumnya ada pemilih yang mencoblos di luar kriteria yang ditetapkan undang-undang,” jelasnya.

Komisioner KPU Provinsi Banten, Mashudi membenarkan, adanya usulkan PSU dan PSL di Kota Tangerang. Sama dengan Didih, PSU diusulkan karena adanya warga luar daerah yang ikut mencoblos. “Bagi orang yang salah masuk kamar istilah kita, orang enggak berhak memilih di situ kemudian memilih. Itu PSU,” ungkapnya.

Sementara untuk yang PSL, kata Mashudi, pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut. Sebab, pelayanan terhadap PSL hanya diberikan kepada pemilih tertentu. Setiap pemilih yang masuk daftar PSL kemungkinan besar akan memberikan suaranya untuk tingkatan yang berbeda.

“PSL karena memang kemarin ada yang tak terlayani untuk pemilih di jenis tertentu. Surat suara enggak cukup jadi ya sudah mau enggak mau dilanjutkan. Tidak di semua jenis surat suara, hanya beberapa jenis surat suara, tidak semuanya,” tuturnya.

Disinggung soal pelaksanaan PSU dan PSL, Mashudi belum bisa memastikannya. KPU Banten akan terlebih dahulu mengecek kesiapan KPU Kota Tangerang sebagai pelaksana.
Selain itu, pihaknya juga akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) lanjutan kepada anggota KPPS yang akan PSU agar tak mengulangi kesalahannya.

“Apapun rekomendasi Bawaslu ya sudah, kita laksanakan saja. Lebih cepat lebih baik tapi tergantung kesiapan kawan-kawan. Mereka harus menyusun administrasinya lagi, petugas di bimtek ulang agar tidak terjadi dikesalahan lagi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Tangerang, Ahmad Syailendra mengatakan, pelaksanaan PSU dan PSL direncanakan digelar pada Sabtu (27/4). Pengambilan tanggal tersebut dikeranakan pihaknya ingin melakukan persiapan dengan matang.“Ada 22 TPS yang PSU dan PSL. Rencananya digelar Sabtu besok, persiapannya biar matang,” tuturnya. (dewa/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook