Pengiriman Lemot, Input C1 Terkendala

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 23 April 2019 - 11:12:58 WIB   |  dibaca: 260 kali
Pengiriman Lemot, Input C1 Terkendala

BERI SEMANGAT : Walikota Cilegon Edi Ariadi bersama Kepala Dindik Kota Cilegon Muhtar Gojali meninjau proses UNBK di SMPN 2 Cilegon, Senin (22/4).

CILEGON – Lamanya proses pengiriman input data formulir (form) C1 membuat proses dan hasil belum maksimal. Pada Senin (22/4), kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon mengklaim sudah menginput 75 persen data form C1. Namun, lamanya pengiriman membuat hanya sebagian yang terkirim dalam data KPU Republik Indonesia (RI) atau hanya 10 persen saja.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Cilegon, Amir Efendi menyatakan, tim penginputan C1 KPU Kota Cilegon sudah kurang lebih menginput form C1 sebanyak 75 persen dari jumlah TPS sebanyak 1.214 TPS atau kurang lebih 910 TPS di Kota Cilegon.

Namun, saat dilakukan pengiriman kepada server KPU RI, proses tersebut sangat lama, sehingga dalam website atau situs pemilu2019.kpu.go.id hanya baru masuk 10 persen dari data yang dikirim.“Kami sudah bekerja dan 75 persen sudah diinput. Namun saat dikirim itu proses pengirimannya lumayan lama, mungkin karena dari seluruh TPS se-Indonesia juga melakukan pengiriman,” katanya kepada Banten Raya, Senin (22/4).

Amir menjelaskan, tim penginputan C1 tidak bisa berbuat banyak soal lamanya pengiriman. Pihaknya hanya bisa menunggu sampai operator KPU bisa menginput hasil yang sudah diinput oleh KPU Kota Cilegon.“Kendalanya ada di pusat. Kalau kami sudah maksimal untuk melakukan penginputan, harusnya jika lancar sudah ada 75 persen yang masuk untuk Kota Cilegon untuk semua jenis pemilihan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Teknis KPU Kota Cilegon, Eli Jumaeli mengungkapkan, ada kurang lebih 25 orang yang melakukan penginputan C1. Hal tersebut diharapkan bisa secara cepat menyelesaikan penginputan C1.“Selain staf KPU, tenaga bantuan tambahan juga kami kerahkan, target secepatnya bisa selesai,” ungkap perempuan berkerudung ini.

Eli menambahkan, meski C1 sudah diinput. Namun, hasilnya hanya bisa menjadi acuan informasi awal. Sebab, secara Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, perolehan suara yang sah tetap berpatokan kepada hasil rapat pleno rekapitulasi yang dilakukan pada tingkatan berjenjang dari mulai Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kota, provinsi sampai pusat.“Yang diakui itu tetap saja hasil pleno rekapitulasi manual. Sebab, hasil rekap manual juga nanti akan diinput kedalam situs penghitungan suara,” tutupnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook