36 SMP Numpang UNBK

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 23 April 2019 - 11:42:35 WIB   |  dibaca: 329 kali
36 SMP Numpang UNBK

DIPANTAU : Bupati Irna Narulita memantau siswa yang sedang mengisi soal UN di SMPN 3 Pandeglang, Senin (22/4).

PANDEGLANG - Bupati Irna Narulita meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2019 di SMPN 3 dan 4 Pandeglang, Senin (22/4). Dalam peninjauan itu Irna memantau proses UN di luar ruang kelas. Ditemui di sela-sela monitoring, Irna mengatakan bahwa pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan siswa dan siswi dapat mengikuti UN dengan baik.

Irna berharap nilai UN tahun 2019 bisa lebih maksimal jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. "Saya tidak mau hasil UN tahun ini jeblok. Saya sudah ingatkan kadis (kepala dinas) dan kepsek (kepala sekolah) nilai UN harus lebih baik. Apabila nilainya tidak signifikan akan membuat malu dunia pendidikan kita," kata Irna, kemarin.

Irna menyebutkan, tingkat kelulusan SMP tahun ini harus lebih baik dibanding tahun lalu. Setidaknya bisa masuk di tiga besar tingkat Provinsi Banten. Sebab, nilai kelulusan tahun 2018 lalu anjlok karena berada di juru kunci. "Satu tahun ini sudah saya gembleng kenapa bisa jeblok. Kita harus evaluasi semua. Saya tidak ingin lagi dirangking terendah di Banten," jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini belum mengetahui faktor utama yang membuat anjloknya nilai UN tahun lalu. Namun yang jelas, sejauh ini pihaknya sudah mengevaluasi berbagai komponen, mulai dari dewan pendidikan hingga peserta didik. "Sejauh ini belum bisa disimpulkan apa penyebabnya. Saya mau sampling dari 113 sekolah, mana yang paling jeblok buku pintarnya ada di saya," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang Olis Solihin meyakini tahun ini nilai kelulusan SMP akan meningkat dari tahun lalu. Sebab, Dindikbud terus melakukan peningkatan kapasitas bagi tenaga pengajar. "Para guru yang sudah ASN harus memberikan kinerja yang maksimal, dan saya harap tahun ini tidak lagi kedelapan di tingkat provinsi," ujarnya.

Olis menjelaskan, untuk tingkat SMP yang melaksanakan UN tahun 2019 mencapai 115 sekolah. Sementara baru 13 SMP diantaranya yang melangsungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri, dan sisanya 36 SMP harus menumpang di sekolah lain karena masih keterbatasan komputer. Sedangkan 70 SMP lainnya masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). "Mereka yang menumpang UNBK itu di sekolah tingkat SMA dan SMK," jelasnya.

Sementara itu peninjauan UN juga dilakukan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban. Tanto mendapatkan jadwal untuk melakukan monitoring UN di beberapa SD. Ada sekitar 857 SD yang melaksanakan UNKP. Tanto menilai monitoring itu untuk memastikan pelaksanaan UN berjalan tanpa adanya kendala. "Tingkat kehadiran para siswa yang melakukan UN hampir mencapai 100 persen. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook