Penunggak Kredit Macet Ditenggat 1 Bulan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 24 April 2019 - 12:33:17 WIB   |  dibaca: 194 kali
Penunggak Kredit Macet Ditenggat 1 Bulan

MEMANTAU: Kajari Serang Azhari dan pengelola LKM Ciomas memantau proses pemanggilan nasabah kredit macet di Kejari Serang.

SERANG- Sebanyak 99 orang penunggak kredit macet di PT Lembaga Keuangan Mikro ( LKM) Ciomas ditenggat 1 bulan untuk melunasinya. Mereka nunggak sejak tahun 2015 hingga 2018.Apabila tidak juga membayar, persoalan kredit macet akan diselesaikan secara perdata.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Tendi Mualim mengatakan, pendampingan nasabah kredit macet antara Kejari Serang dan PT LKM Ciomas berdasarkan undang-undang nomor 16 tahun 2014 tentang kejaksaan.

"Dasar kita berpatokan pada undang-undang. Selain menangani kasus pidana, dibidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan juga diberikan kewenangan untuk pendampingan hukum, tindakan hukum lain terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, badan usaha negara maupun daerah," katanya kepada Banten Raya, Selasa (23/4).

Tendi menambahkan, puluhan nasabah yang belum menyelesaikan tanggungannya dipanggil ke kejaksaan untuk menandatangani perjanjian agar dapat melunasi tunggakannya dan diberi waktu 1 bulan untuk melunasinya."Sesuai dengan komitmen, jika sudah menekan materai 6 ribu diberi jangka 1 bulan untuk melunasi kredit macetnya. Nanti baru angsuran yang lancarnya," tambahnya.

Menurut Tendi, persoalan kredit macet dapat diselesaikan secara perdata dengan membayar ganti rugi di pengadilan. Sebab apabila debitur tidak sanggup membayar kewajiban merupakan perbuatan wanprestasi sesuai pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata."Kalau dia ngeyel, tergantung pemberi kuasa (diperdatakan atau tidak)," ujarnya.

Tendi menjelaskan, kerjasama antara LKM Ciomas dan Kejari ini cukup efektif. Sebab setelah dilakukan pemanggilan, banyak nasabah kredit macet yang datang langsung melunasi tunggakannya, baik ke LKM Ciomas maupun ke kejaksaan.

"Surat kuasa khusus (SKK) hampir 100 orang ini sekitar Rp 3,1 miliar. Menurut data informasi setelah undangan kita layangkan ada yang langsung datang ke LKM Ciomas ada juga yang membayar setengahnya di sini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT LKM Ciomas Achmad Syarifudin mengatakan, hasil kerjasama Kejari dan LKM Ciomas itu cukup efektif. Sebab ada beberapa debitur yang datang melunasi tunggakannya."Sudah ada yang dikembalikan sebanyak dua orang debitur senilai Rp 22 juta. Kemarin ada yang menyelesaikan Rp 17 juta dan hari ini juga ada yang melunasinya tapi nilainya tidak tau," katanya.

Achmad menambahkan, selama ini segala upaya telah dilakukan oleh petugas LKM Ciomas, baik melalui panggilan maupun menagihnya secara langsung. Namun banyak nasabah yang enggan menyelesaikan kredit macetnya."Tahapan-tahapan kami, sesuai prosedur LKM sudah melalukan berbagai upaya tapi tidak membuahkan hasil. Dengan menggandeng kejari ini kita berharap bisa tertagih," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook