Pemkot Serang Tak Bisa Kendalikan Harga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 24 April 2019 - 12:35:32 WIB   |  dibaca: 230 kali
Pemkot Serang Tak Bisa Kendalikan Harga

NAIK: Pedagang di Pasar Induk Rau (PIR) yang menjual aneka kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang, menunggu pembeli, Senin (22/4).

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak dapat mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional yang naik. Sebagai daerah non produsen kebutuhan pokok, Kota Serang hanya menjadi daerah yang menerima saja kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Serang Akhmad Benbela mengatakan bahwa Kota Serang bukan penghasil kebutuhan pokok seperti sayuran cabai dan bawang. Karena itu ketika harga komoditas ini mengalami kenaikan tidak ada yang bisa dilakukan Pemkot Serang.“Kota Serang bukan daerah penghasil,” kata Benbela, Selasa (23/4).

Karena itu, kata Benbela, yang bisa dilakukan oleh Kota Serang hanyalah berharap kepada daerah-daerah yang ada di Banten yang menghasilkan sayuran agar mendistribusikan hasil bumi yang dihasilkan ke Kota Serang.

“Tetapi mudah-mudahan dengan adanya kerjasama antar daerah, daerah seperti Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang yang memiliki lahan pertanian cabai bisa mendistribusikan sebagian penghasilannya ke Kota Serang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten,” ujarnya.

Menurutnya, cabai dan bawang merupakan komoditas yang mudah naik dan turun harganya. Namun kenaikan harga pada komoditas ini biasanya terlambat dibandingkan dengan daerah lain. Ia mengambil contoh kenaikan cabai mencapai Rp 40.000 per kg pada pekan ini sudah terjadi di daerah lain pada 2 pekan sebelumnya.“Cabai dan bawang sudah menjadi langganan kenaikan,” tuturnya.
 
Kenaikan harga seperti bawang merah, disebabkan karena daerah penghasil bawang di Indonesia, yaitu Brebes, saat ini sedang tidak panen sehingga dengan sendirinya stok komoditas ini di daerah penghasilnya kosong. Kondisi ini menyebabkan bawang yang beredar adalah hasil panen sebelumnya.

Sementara menjelang Ramadan kebutuhan akan bawang dan cabaai biasanya meningkat. Apalagi sebelumnya ada peringatan Isra Miraj dan Paskah.“Di daerah penghasil belum panen sementara permintaan tinggi membuat harga bawang meningkat kenaikan lumayan tinggi menjadi Rp45.000 per kilogram,” kata mantan Kepala BKD Kota Serang ini.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop UKM Kota Serang Husain mengatakan bahwa harga komoditas seperti cabai dan bawang memang kerap turun-naik. Ia pun memperlihatkan perbandingan harga cabai dan bawang pada 18 April atau sehari setelah pemungutan suara pemilu 2019.

Harga cabai merah keriting Rp 21.000 per kg lalu kemudian harganya naik menjadi Rp 31.000 per kg. Harga cabai merah biasa Rp 33.000 per kg lalu kemudian naik menjadi Rp 52.600 per kg. Harga bawang merah Rp 42.000 per kg kemudian turun menjadi Rp 40.000 per kg. Harga bawang putih Rp 45.600 per kg lalu naik menjadi Rp 49.300 per kg.“Untuk harga cabai rawit hijau Rp 33.000 per kg pada 18 April, dan kemarin masih tetap sama. Begitu juga harga cabai rawit merah Rp 35.600 per kg sampai sekarang,” katanya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook