Pelajar SMP 7 Cimarga Numpang UNBK

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 24 April 2019 - 12:44:25 WIB   |  dibaca: 327 kali
Pelajar SMP 7 Cimarga Numpang UNBK

UNBK: Suasana pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer yang dilakukan oleh peserta didik SMP Negeri 7 Cimarga yang menumpang di SMA 2 Rangkasbitung, kemarin.

LEBAK - Sebanyak 42 siswa SMP Negeri 7 Kaduguling, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cimarga menumpang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 2 Rangkasbitung, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung.

Pelakasanaan UNBK menumpang di SMA Negeri 2 Rangkasbitung, merupakan pertama kalinya dilakukan siswa SMP Negeri 7 Kaduguling, Kecamatan Cimarga. "UNBK numpang karena memang sekolah enggak punya ruang lab komputer. Jadinya kita ke sini (SMA Negeri 2 Rangkasbitung)," kata Siti Wulandari siswi SMP Negeri 7 Cimarga kepada Banten Raya, Selasa (23/4).

Siti mengungkapkan, pelaksanaan UNBK memasuki hari kedua. Bagian mata pelajaran Matematika. "Jumlah siswa mengikuti ujian sebanyak 42 orang terbagi dua sesi. Ada yang giliran pagi dan kalau saya kebetulan bagian siang," katanya.

Siti berharap kedepan sekolahnya dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Tidak lagi menumpang di sekolah lain. "Untungnya dari rumah ke lokasi UNBK tak terlalu jauh. Banyak peserta UNBK bawa motor sendiri agar tak terlambat," katanya.

Sementara itu Guru SMP Negeri 7 Cimarga Zamal membenarkan bahwa 42 pelajar SMP Negeri 7 melaksanakan UNBK dengan menumpang di SMA Negeri 1 Rangkasbitung. jumlah siswa mengikuti UNBK sebanyak 42 orang."Numpang UNBK ini baru pertama kali. Sebelumnya kita ujian nasional kertas dan pensil (UNKP)," katanya.

Zamal mengatakan, UNKP tidak lagi menjadi pilihan karena mengikuti sekolah lain. Banyak sekolah tahun 2019 ini yang UNBK. "Jadi kita ikut yang banyakan biar enggak ketinggalan zaman. Maka tahun ini kita memilih UNBK sekalipun harus menumpang," katanya.

UNBK menjadi pilihan karena dinilai lebih praktis dan mudah. Kemudian jarak tempuh dari sekolah ke SMA 2 relatif dekat, kurang lebih 7 kilo. "Kebetulan ke sini itu jalurnya searah jadi lebih memudahkan. Namun kedepan kita menaruh harapan dapat melaksanakan secara mandiri," katanya.

Guru SMP Negeri 7 lainnya Abdullah mengungkapkan, SMP Negeri 7 berdiri tahun 2012. Pada tahun 2013 sudah memiliki gedung tetapi baru tiga lokal. Saat ini jumlah siswanya dari kelas VII sampai IX sebanyak 113 orang. Siswa tersebut saat ini memenuhi tiga rombel yang dimiliki."Sehingga jangankan ruang komputer, ruang guru saja tak ada. Makanya kita berharap kedepan mendapatkan bantuan penambahan ruangan, khususnya ruang lab komputer agar nanti pas ujian tidak lagi menumpang ke sekolah lain," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook