Razia, Petugas Temukan Tahu Berformalin

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 24 April 2019 - 12:53:41 WIB   |  dibaca: 229 kali
Razia, Petugas Temukan Tahu Berformalin

DIUJI: Petugas Diperindag dan BPOM Kabupaten Tangerang melakukan uji sampel tahu dan makanan lainnya, Selasa (23/4).

KAB. TANGERANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang. Sidak itu dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok dan keamanan makanan menjelang Ramadan.

Kepala Disperindag Kabupten Tangerang, Teddy Suwardi mengatakan, pihaknya bersama BPOM Kabupten Tangerang masih menemukan tahu mengandung formalin dan empat sampel produk garam tidak memenuhi syarat yodium.

Pihaknya, kata Teddy, hanya melakukan pembinaan dengan memberikan informasi dan edukasi, terhadap pedagang yang kedapatan menjual tahu berformalin dan produk garam dibawah kadar. “Karena mereka hanya menjual dan tidak memproduksi, jadi kami lakukan pembinaan. Barang bukti tahu kita langsung musnahkan dan tidak boleh dijual kembali,” kata Teddy usai sidak di Pasar Cikupa, Selasa (23/4).

Terkait harga kebutuhan pokok, kata Teddy, ada beberapa komoditas mulai naik menjelang Ramadan seperti harga cabe, bawang putih, dan bawang merah. “Harga cabe, bawang putih, bawang merah sudah naik. Cuman konsumen masih memaklumi," jelas Teddy tanpa merinci kenaikan harga tersebut.

Sementara itu, Kepala BPOM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan, dari 10 sampel makanan dan produk garam yang diuji kandungannya, pihaknya bersama Disperindag Kabupten Tangerang menemukan tahu tidak memenuhi syarat dan mengandung formalin. Kemudian, kata Widya, empat sampel produk garam juga dipastikan tidak mememuhi syarat kadar iodium.

“Pada sampel tahu yang kita ambil dari pedagang di sejumlah pasar, kami melakukan uji kandungan yang hasilnya mengandung bahan berbahaya yaitu formalin. Lalu pada empat dari 10 sampel lainnya tidak memenuhi syarat kadar iodium dan di bawah 46 Part Per Milion (PPM),” katanya.

Widya menjelaskan, dalam sidak kali ini pihaknya memprioritaskan pada produk garam yang beredar di pasar tradisional di wilayah Kabupten Tangerang. Pasalnya, kata Widya, penggunaan garam beriodium sangat penting bagi kesehatan keluarga, karena Iodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin dan mencerdaskan otak.

“Oleh karena itu, kami melakukan pengujian kadar Iodium dengan hasil empat sampel  tidak memenuhi syarat dengan kadar yodium dibawah persyaratan dari PPM. Dari temuan ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa selalu cerdas memilih pangan yang aman, dan bebas dari bahan berbahaya,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook