H-7 Ramadan, Tempat Hiburan Wajib Tutup

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 24 April 2019 - 12:55:47 WIB   |  dibaca: 293 kali
H-7 Ramadan, Tempat Hiburan Wajib Tutup

KAB. TANGERANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menutup tempat hiburan malam saat H-7 Ramadan hingga H+7 Lebaran Idul Fitri. Permintaan itu disampaikan Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH Muhammad Ues Nawawi Gofar usai rapat pengurus MUI Kabupaten Tangerang di Masjid Agung Al-Amjad, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (23/4).

Pria yang akrab dipanggil Ues ini yakin Pemkab Tangerang akan merespon baik permintaan tersebut. “Seperti tahun-tahun yang lalu, Pemkab Tangerang cukup respon terkait dengan kegiatan ibadah umat Islam, karena biasanya bupati langsung akan memberi aturan-aturan. Kami berharap agar Pemkab Tangerang tetap konsisten memberikan aturan-aturan, untuk menutup tempat hi­buran H-7 sebelum Ramadan sampai H+7 setelah lebaran, agar kondusifi­tas pelaksanaan ibadah umat Islam lebih tenang serta lebih tentram,” katanya.

Ues menambahkan, MUI juga mengimabu kepada pemilik  rumah makan agar tidak membuka usahnya pada siang hari untuk menghormati masyarakat yang berupasa. Untuk mengoptimalkan imbauan itu, lanjut Ues, MUI akan beker­jasama dengan bupati Tangerang untuk membuat himbauan kepada pemilik rumah makan. “Nanti kita akan bekerja sama dengan Pemkab, biasanya langsung dengan Pak Bupati untuk membuat imbuan kepada pemilik-pemilik rumah makan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Ahmad Topik mengatakan, Pemkab Tangerang mewajibkan seluruh tempat hiburan harus ditutup  H-7 Ramadan hingga H+7 Lebaran Idul Fitri. “Penutupan tempat hiburan malam harus dimulai H-7 Ramadan hingga H+7 Lebaran Idul Fitri,” kata Ahmad melalui telepon.

Menurut Ahmad, tidak hanya tempat hiburan malam, rumah makan atau wisata kuliner yang beroperasi siang hari diimbau untuk tidak mencolok menjalankan aktivitas. Menutup atau memberi penutup agar aktivitas di rumah makan tersebut, tidak terlihat dari luar. “Surat edaran larangan untuk tempat hiburan malam dan imbauan kepada rumah makan selama bulan Ramadan sudah ada, tinggal ditandatangani pak bupati,” tuturnya.

Ditanya apabila ada tempat hiburan malam yang membandel dengan tetap beroperasi pada bulan Ramadha, Ahmad mengatakan, pihaknya akan meyerahkan kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol PP) dan Kepolisian. nantinya, dari Dispol PP dan Kepolisian akan melakukan tindakan tegas. “Jika ada yang melanggar, Dispol PP dan Kepolisian pasti akan melakukan tindakan,” ungkapnya.

Semantara itu, Kepala Dispol PP Kabupaten Tangerang, Yusuf Herawan mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi selama bulan Ramadhan. Oprerasi tidak hanya ke tempat hiburan malam, namun juga operasi peyakit masyarakat seperti Minuman Keras (Miras), prostitusi, dan lainnya, yang kira-kira mengangu keyamanan dan kekhusyuan  warga yang melaksanakan ibadah puasa. Yusuf juga memastikan, pihaknya akan menindak tegas jika ada yang melanggaran peraturan Pemkab Tangerang. “Kita akan tindak tegas, kita tidak main-main dalam hal ini,” tegasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook