PKS Geser Posisi PPP

nurul roudhoh   |   Politik  |   Rabu, 24 April 2019 - 13:44:32 WIB   |  dibaca: 4116 kali
PKS Geser Posisi PPP

FOKUS: Para petugas fokus memasukkan data form C1 ke dalam sistem penghitungan, di pusat tabulasi sistem penghitugan suara Pemilu 2019, KPU Kota Serang, Selasa (23/4).

SERANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk sementara menggeser Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari posisi lima besar atau jatah kursi pimpinan DPRD Provinsi Banten. Melejitnya suara PKS diprediksi sebagai dampak dari adanya fenomena Prabowo efek.

Informasi yang dihimpun dari website pemilu2019.kpu.go.id, Gerindra bertengger di urutan pertama dengan prosentase perolehan suara sebesar 15,69 persen. Sementara di posisi kedua ada PDIP dengan 12,94 persen dibuntuti Golkar dengan 12,12 persen.

Posisi keempat diisi oleh PKS dengan raihan 11,49 persen dan melengkapi kursi pimpinan ada Demokrat dengan 9 persen. Urutan selanjutnya secara berturut-turut adalah PKB 8,43 persen, PPP 6,43 persen, NasDem 5,86 persen, PAN 4,99 persen, Berkarya 3,18 persen, Hanura 2,92 persen.

Selanjutnya, Perindo 2,57 persen, PSI 2,07 persen, PBB 1,66 persen, Garuda 0,47 persen serta PKPI 0,19 persen. Data yang disajikan berdasarkan pantauan hingga Selasa (23/4) pukul 19.00 WIB. Saat itu progres penghitungan yang diunggah mencapai 3,38 persen atau sekitar 1.133 dari total 33.471 tempat pemungutan suara (TPS).

Sebagai perbandingan, saat pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2014, PKS hanya mampu finis di urutan keenam. Adapun rincian perolehan suara dan kursi parpol terdiri atas PDIP dengan 15 kursi dan 842.690 suara. Golkar 15 kursi dan 808.920 suara, Gerindra 10 kursi dan 576.193 suara, Demokrat 8 kursi dan 474.996 suara.

Lalu PPP 8 kursi dan 394.543 suara, PKS 8 kursi dan 379.328 suara, PKB 7 kursi dan 390.887 suara, Hanura 6 kursi dan 349.726 suara. Kemudian Nasdem 5 kursi dan 326.256 suara serta PAN 3 kursi dan 284.376 suara.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, secara umum sejak awal pihaknya memang mengincar kursi pimpinan DPRD Provinsi Banten. Secara spesifik partainya ingin finis di urutan tiga besar. “Memang target kami pimpinan malah awalnya target tiga besar, itu berdasarkan dari keyakinan kita,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Gembong yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang itu menuturkan, untuk merealisasikan targetnya, pada Pileg 2019 ini pihaknya ingin mengamankan 11 kursi parlemen. “Target kita kursi itu setidak-tidaknya seperti 2004, 11 kursi. Cuma kita lihat terus perkembangan, ini (proses penghitungan suara) masih jauh,” katanya.

Dia mengungkapkan, salah satu kursi yang sudah aman berdasarkan penghitungan suara internal berasal dari Kabupaten Serang dengan calon anggota legislatif (caleg) atas nama dirinya sendiri. Namun sekali lagi, Gembong tak ingin mendahului KPU dan masih memantau perkembangan hingga akhir. “Ya sementara ini mestinya masuk, kalau ini hasil penghitungan sementara,” katanya.

Pria kelahiran 1968 itu mengungkapkan, salah satu penyebab meningkatkan perolehan suara PKS adalah faktor Prabowo efek. Keputusan PKS untuk mengusung PrabowoSubianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden cukup banyak memengaruhi.

“Memang pertama program itu kita buat untuk membuat masyarakat ini tercerdaskan, bahwa sebuah partai politik hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kepastian. Kita juga diuntungkan dengan posisi PKS mendukung pasangan koalisi Prabowo-Sandi. Identik dengan dukungan dari alumni 212 ini sangat berpengaruh juga terhadap suara PKS, bukan hanya di Banten saya pikir tapi seluruh Indonesia di kota-kota besar meningkat,” ungkapnya.  

Sementara itu, Ketua DPW PPP Provinsi Banten Agus Setiawan tak menampik, parpolnya bisa saja tergeser oleh PKS untuk kursi pimpinan. Akan tetapi dia tetap menaruh keyakinan karena proses penghitungan suara masih berjalan.

“Mungkin untuk pimpinan DPRD kegeser oleh PKS, tapi penghitungan belum selesai, kita lihat saja nanti. Kita bisa lewat parliementary treshold 4 persen saja patut kita syukuri di tengah badai internal yang luar biasa. Saya salut pada kiai, santri dan warga PPP yang masih setia pada kabah (merujuk pada lambang parpol-red),” tuturnya.

Soal prediksi perolehan kursi, Agus menyebut jumlahnya turun dari perolehan pileg sebelumnya dari 8 menjadi 7 kursi. “Kota Serang 1 kursi, Kota Tangerang 1 kursi, Kabupaten Tangerang Insya Allah tetap 2 kursi, Kabupaten Serang ada, Lebak dan Pandeglang Insya Allah ada, Kota Cilegon kosong,” paparnya.

Disinggung soal Prabowo efek, dia juga tak menampiknya. Banten yang menjadi basis massa Prabowo-Sandi telah memengaruhi perolehan suara parpolnya. “Untuk daerah yang memang 02 (nomor urut Prabowo-Sandi) menang ya berarti efek itu kuat. PPP juga di Jawa Tengah hebat karena 01 kuat di sana, jadi sama-sama sajalah. Ini lebih pada keadaan di PPP yang banyak didera masalah,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Banten Asep Rahmatullah juga mengakui adanya Prabowo efek. Fenomena itu sedikit banyak telah menggerus perolehan suara parpol yang dipimpinnya.

“Kalau tahun lalu enggak ngeri-ngeri sedap kaya sekarang. Sebetulnya pileg dan pilpres serentak itu juga pengaruh. Kita juga kan merasa sudah enggak terlalu kurang, bekerja turun ke lapangan dan lain-lain. Tapi kalau hasilnya seperti itu, kan kembali lagi segala sesuatunya yang menentukan yang maha kuasa, Allah SWT,” tuturnya.

Terpisah, Komisioner KPU Provinsi Banten Agus Sutisna menjelaskan, hasil akhir perolehan suara baik pileg maupun pilpres tetap ditentukan berdasarkan hitung manual KPU. Terkait perhitungan suara, lanjut Agus, pihaknya mengaku masih terus melakukan perhitungan suara secara cara manual. Mulai dari tingkat (TPS) hingga tingkat kabupaten/kota maupun provinsi secara bertahap dan berjenjang. “Mudah-mudahan awal atau pertengahan Mei sudah bisa kita rilis hasilnya,” ujarnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook