Tabrakan Diklaim Akibat Arus Laut

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 25 April 2019 - 10:36:18 WIB   |  dibaca: 262 kali
Tabrakan Diklaim Akibat Arus Laut

DIEVAKUASI : ABK Windu Karsa Dwitya, Endang Rokh Basuki di dalam kantung mayat usai dievakuasi dari laut oleh petugas Basarnas Banten, Rabu (24/4).

CILEGON - Penyebab tabrakan antara Kapal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa Dwitya dengan KMP Virgo 18 di Pelabuhan Merak masih dalam penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sementara anak buah kapal (ABK) KMP Windu Karsa Dwitya, Edang Rokh Basuki yang jatuh ke laut dan hilang akibat kecelakaan itu telah ditemukan.

Kepala Cabang Merak PT Windu Karsa, Togar Napitupulu mengatakan, perusahaannya selaku operator KMP Windu Karsa Dwitya telah menemui keluarga Endang. Pihaknya sudah memberikan penjelasan prihal kecelakaan KMP Windu Karsa Dwitya dengan KMP Virgo 18.

Terkait penyebab kecelakaan, Togar menyatakan, akibat arus laut. Kedua kapal, menurutnya, telah menjalankan operasional sesuai prosedur. “Soal penyebab terjadinya kecelakaan, mengacu pada informasi sementara diduga karena arus laut, serta pihak KMP Virgo telah melakukan prosedur sesuai aturan. Semuanya sudah sesuai prosedur," ujarnya singkat, kemarin.

Jenazah Ditemukan 1 Mil dari Lokasi Jatuh Endang Rokh Basuki yang jatuh ke laut dan hilang akibat kecelakaan laut ini telah ditemukan petugas
Basarnas Banten pada Rabu (24/4) sekitar pukul 08.20 WIB.

ABK KMP Windu Karsa Dwitya yang hilang sejak Senin (22/4) itu ditemukan sekitar 1 mil dari lokasi jatuh atau lokasi tabrakan kapal. Kasubsiops Basarnas Banten, Heru Amir mengatakan, jasad Endang Basuki tersebut ditemukan diantara Perairan Merak dan Pulau Tempurung. “Jasad ABK kapal Windu Karsa Dwitya ditemukan meninggal dunia oleh tim Basarnas,” kata Heru kepada awak media.

Heru menjelaskan, penemuan jasad diantara perairan Merak dan Pulau Tempurung tersebut setelah pencarian di hari ketiga dilakukan. Korban ditemukan dalam keadaan mengapung dengan posisi wajah menghadap ke bawah. “Saat ditemukan sudah bau, karena memang sudah dua hari dari kejadian tabrakan kapal. Posisinya di sekitar satu mil dari lokasi tabrakan,” katanya.

Dikatakan Heru, setelah ditemukan, jasad korban kecelakaan KMP Windu Karsa Dwitya dan KMP Virgo 18  dibawa ke Dermaga I Pelabuhan Merak. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). “Korban meninggal tersebut orang Bandung, dari RSKM langsung siangnya dibawa ke rumah duka di Bandung,” ujarnya.

Dalam pencarian korban kecelakaan kapal tersebut, kata Heru, pihaknya menerjunkan dua kapal Basarnas, dengan personile sebayak 15 orang. “Saat pencarian kondisi cuaca cerah. Pencarian memang dilakukan pagi sampai soreh hari saja, karena kalau malam hari pencarian tidak efektif,” tambahnya.

Untuk diektahui, KMP Windu Karsa Dwitya dan KMP Virgo 18 bertabrakan di perairan Merak, Senin (22/4) sekitar pukul 16.32 WIB.Tabrakan terjadi ketika KMP Windu Karsa Dwitya hendak keluar dari dermaga I Pelabuhan Merak usai menaikkan penumpang sekitar pukul 16.16 WIB.

Enam belas menit kemudian, atau sekitar pukul 16.32 WIB, KMP Virgo 18 juga hendak masuk ke Pelabuhan Merak di sekitar breakwater Pelabuhan Merak.Entah kenapa, kedua kapal penumpang bertabrakan. Bagian depan bodi KMP Virgo 18, yang bentuk kapalnya jauh lebih besar menghantam bodi KMP Windu Karsa Dwitya pada bagian kanan lambung kapal hingga ruang kemudi.

Kecelakaan itu juga mengakibatkan satu ABK atas nama Endang Basuki terpental ke laut dan hilang.KPM Windu Karsa Dwitya yang sedianya akan berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni harus berputar arah kembali ke Pelabuhan Merak. Penumpang dan muatan kembali dipindahkan ke kapal lain. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook