Spanduk Provokatif Harus Ditertibkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 25 April 2019 - 11:13:01 WIB   |  dibaca: 350 kali
Spanduk Provokatif Harus Ditertibkan

PROVOKATIF: Pengendara melintasi spanduk provokatif tentang pemilu yang terpasang di salah satu sudut Kota Serang, Selasa (23/4) lalu.

SERANG- Hasil real count KPU RI lewat website pemilu2019.kpu.go.id menempatkan pasangan capres cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno sebagai pemenang di Provinsi Banten. Merespons ini, sejumlah spanduk pun dibuat oleh pihak-pihak tertentu dan ditebar di wilayah Kota Serang dan menimbulkan reaksi dari sejumlah warga.

Salah satu spanduk berbunyi “Prabowo-Sandi Menang di Banten. Tapi sayang Ini Pilpres Bukan Pilgub”. Dalam spanduk disebutkan bahwa yang membuat adalah Aliansi Warga Banten Santai Tapi Menang.
 
Menanggapi hal ini, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Serang Iip Patrudin mengatakan bahwa spanduk-spanduk atau alat promosi lain yang berisi konten mengejek, menyindir, dan semacamnya sebaiknya dihindari. Dalam suasana yang panas seperti ini semua pihak seharusnya bisa menahan diri agar tidak menimbulkan kegaduhan baru.

Apalagi, pasal 550 undang-undang pemilu menyebutkan, setiap pelaksana atau peserta kampanye yang terbukti mengakibatkan terganggunya tahapan pemilu akan dipidana 2 tahun penjara dan denda Rp 24 juta."Segala macam ucapan yang dibuat oleh tim kampanye boleh saja dilakukan tetapi kalau membuat suasana kisruh itu tidak diperbolehkan," ujar Patrudin, Rabu (24/4).

Patrudin mengatakan bahwa spanduk-spanduk yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Serang itu dinilai mengandung unsur provokasi. Menurutnya, spanduk-spanduk itu sangat tidak dibenarkan dan harus ditertibkan. Apalagi saat ini sudah bukan lagi masa kampanye. Karena itu, spanduk-spanduk harus segera diturunkan oleh Satpol PP atas arahan Bawaslu Kota Serang."Ini ranah temen-temen Bawaslu.

Sekiranya spanduk itu membuat kegaduhan dan tidak kondusif, saya kira sangat pantas untuk dicopot," ujarnya seraya menambahkan ia sendiri sempat melihat spanduk itu terpasang di pertigaan Cipocok Jaya, perempatan Ciceri, dan perempatan Kebon Jahe.

Komisioner Bawaslu Kota Serang Rudi Hartono mengatakan bahwa jika dilihat dari aturan, spanduk-spanduk itu bukan sebuah pelanggaran. Ia beralasan waktu pemasangan alat peraga kampanye sudah selesai. Apalagi spanduk itu bukan spanduk peserta pemilu. Hanya saja dari sisi etika ada muatan provokasi dalam kalimat yang tertera dalam spanduk tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Serang untuk tidak melakukan provokasi yang bisa memanaskan suasana pemilu dalam rangka menjaga kondusifitas di Kota Serang. Ia juga menyatakan akan segera bertindak untuk menurunkan spanduk tersebut dengan melibatkan Satpol PP Kota Serang.“Jangan sampai ini berlarut-larut," tuturnya seraya menambahkan sampai saat ini Bawaslu Kota Serang belum mengetahui siapa pemasangan spanduk provokatif tersebut. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook