Keluarga Caleg Keroyok Warga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 25 April 2019 - 11:17:15 WIB   |  dibaca: 207 kali
Keluarga Caleg Keroyok Warga

BUKTI LAPORAN: Korban pengeroyokan menunjukkan bukti laporan penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga caleg PDIP Kota Serang saat pencoblosan pemilu 2019, kemarin.

SERANG- Suwandi (26), warga Cikepu, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang melaporkan anak calon anggota legislatif (caleg) dapil Kota Serang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas dugaan penganiayaan yang dilakukan saat hari pencoblosan 17 April 2019, ke Polres Serang Kota.

Suwandi menjelaskan, peristiwa pemukulan itu bermula saat dirinya dituding melakukan kecurangan oleh istri caleg bernisial HS."Saya dituduh telah mencoblos dua kali, padahal saya nyoblos di TPS 53 pakai C6. Nggak lama saya duduk di TPS 93 bareng temen," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Tidak terima dituduh berbuat curang, Suwandi mengungkapkan sempat terjadi cekcok mulut dengan HS. Namun dirinya memilih meninggalkan istri caleg tersebut untuk menghindari keributan, dan pergi mengunjungi rumah tetangganya."Saya adu mulut, terus disuruh pergi oleh tetangga. Kemudian saya pergi ke rumah tetangga, selang beberapa menit saya dijemput lagi sama saudaranya, di bawa ke Madrasah," ungkapnya.

Suwandi menjelaskan, usai dibawa ke Madrasah tak jauh dari TPS, dirinya langsung dikeroyok oleh dua orang pelaku, salah satunya merupakan anak caleg PDIP. Akibat kejadian itu, dirinya mengalami memar di sejumlah bagian tubuhnya."Yang mukul dua orang, bagian atas mata memar, bagian belakang kepala dan punggung. Ulul (anak caleg PDIP) sama Heruri (pelaku), dia mungkin nggak terima karena memukul dua kali," jelasnya.

Setelah terjadi pemukulan oleh keluarga caleg PDIP tersebut, Suwandi melaporkan kejadian itu ke Polres Serang Kota. Namun dirinya diminta untuk melakukan visum lebih dahulu dan diminta untuk kembali melapor di hari lain, lantaran petugas tengah melaksanakan pengamanan pemilu."Hari itu langsung melapor, tapi diarahkan ke Panwascam karena kasus pemilu. Selang dua hari, yaitu hari Senin saya kembali ke Polres, tapi anggota masih tugas. Kemarin malam (23/4) baru lapor lagi," ujarnya.

Suwandi menyayangkan kejadian pemukulan itu harus terjadi saat hari pencoblosan. Padahal dirinya dan keluarga caleg PDIP tersebut merupakan tetangga dekat."Enggak habis pikir, padahal tetangga hanya beda RT. Setiap pulang juga lewat rumahnya," katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko mengaku belum mengetahui peristiwa pemukulan saat pencoblosan yang dilakukan oleh keluarga caleg yang diusung oleh partainya."Saya belum dapat informasinya," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira belum dapat dikonfirmasi, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun berdasarkan surat laporan nomor:STPL/135/IV/2019/Resta-SPK-A. Suwandi resmi melaporkan kejadian itu pada Selasa (23/4). (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook