Menjanjikan, Tambak Garam Terus Ditambah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 25 April 2019 - 12:46:52 WIB   |  dibaca: 375 kali
Menjanjikan, Tambak Garam Terus Ditambah

SOSIALISASI PERGARAMAN: Pelaku usaha budidaya garam bersama Pemkab Serang mengikuti sosialisasi pergaraman yang digelar KKP RI, Rabu (24/4).

SERANG – Produksi garam di Kabupaten Serang yang terus meningkat dengan kualitas baik menjadi perhatian serius Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. KKP RI menambah luas lahan budidaya garam di Serang utara dari 3 hektar menjadi 16,5 hektar pada integrasi satu, dan 18 hektar pada integrasi dua. Hal itu juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan garam di Banten sebagai pasar terbesar di Indonesia.

Ketua Koperasi Sinar Mutiara Rasa yang juga pelopor budidaya garam di Desa Domas, Kecamatan Pontang Amrullah mengatakan, budidaya garam di Kabupaten Serang cukup menjanjikan karena dari lahan seluas 1 hektar bisa menghasilkan garam kurang lebih sebanyak 100 ton, yang belum tentu bisa dihasilkan oleh daerah di luar Kabupaten Serang.

“Musim panen kemarin dari luasan lahan 3 hektar kita bisa mendapatkan 380 ton. Untuk diketahui Banten ini pasar terbesar garam di Indonesia,” kata Amrullah, di sela-sela kegiatan Sosialisasi Daerah Integrasi Pergaraman Usaha Garam Rakyat di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Rabu (24/4).

Awal membudidayakan garam tersebut pihaknya membawa tenaga ahli dari Indramayu, Jawa Barat. Namun saat ini masyarakat mulai bergabung untuk menjadi petani garam. “Insya Allah sudah ada respons positif dari warga-warga sekitar karena untuk pembuatannya tidak sulit. Garam saat ini menjadi kebutuhan paling dasar karena hampir semua industri makanan membutuhkan garam,” ujarnya.

Pria yang mengaku menjual rumahnya untuk memulai usaha budidaya garam tersebut mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang telah memberikan respons baik terhadap usahanya. “Sekarang kita ada bantuan lahan integrasi seluas 16,5 hektar yang Insya Allah tahun ini juga akan kita garap. Kemudian nanti ada lahan integrasi dua seluas 18 hektar,” ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lokal Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut (LPSPL) Serang KKP RI Djumadi Parluhutan mengatakan, untuk menambah luas lahan budidaya garam tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga mencari warga yang lahannya siap digunakan untuk budidaya garam. “Ada tiga orang bersedia lahannya digunakan untuk budidaya garam,” katanya.

Selain menambah luas lahan, KKP juga melakukan pengadaan barang dan jasa untuk pengembangan budidaya garam tersebut seperti pengadaan geomembran, ekskavator, alat uji mutu garam portabel, kendaraan roda empat, dan kincir angin. “Kita juga ada konsultasi perencanaan integrasi pergaraman. Untuk pengadaan barang dan jasa diserahkan kepada Koperasi Sinar Mutiara Rasa,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan program pengembangan garam di wilayah Serang utara. “Dukungan para camat sangat penting karena biasanya masyarakat tidak mudah untuk diajak pada hal-hal yang baru, maka pemerintah harus hadir untuk mendampingi dan mendorong masyarakat agar mau membudidayakan garam,” paparnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook