FKPT Banten Libatkan Perempuan Dalam Pencegahan Radikalisme

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 25 April 2019 - 13:30:53 WIB   |  dibaca: 482 kali
FKPT Banten Libatkan  Perempuan Dalam Pencegahan Radikalisme

FOTO BERSAMA : Peserta dan pembicara foto bersama usai kegiatan, kemarin.

SERANG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan pelibatan perempuan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Le Dian Kota Serang, Kamis (25/04).

Ketua FKPT Provinsi Banten Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 120 orang yang terdiri dari kelompok perempuan lintas agama; organisasi masyarakat perempuan; perkumpulan perempuan di lingkungan TNI/POLRI; kades perempuan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Rumiah menilai, perempuan merupakan garda terdepan keluarga dalam melakukan upaya pencegahan radikalisme. Dengan bahasa ibu dapat lebih melakukan pendekatan kepada anggota keluarganya untuk dapat terus menjaga kedamaian dan menjaga ideologi Pancsila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di lokasi yang sama, Ade Ariyanto Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik yang mewakili Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada BNPT dan FKPT Banten yang telah membantu Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam melakukan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

Dalam kesempatan itu Ade berharap, dapat lebih tepat sasaran dalam membangun ideologi bangsa sehingga terhindar dari berkembangnya paham radikal dan terorisme.
Ade juga mengajak kepada kaum perempuan yang hadir pada kesempatan tersebut untuk dapat menjaga kondusitfitas dan mencegah terjadinya konflik pasca pelaksanaan pemilu selama proses perhitungan suara hingga penetapan calon terpilih baik presiden dan wakil presiden maupun DPR, DPD dan DPRD Provinsi Kabupaten/Kota terpilih.

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Hj. Intang dulum mengatakan, kegiatan ini secara terjadwal dilaksanakan di 32 provinsi dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan stimulan kepada masyarakat khususnya kaum perempuan untuk dapat menjadi perempuan agen pedamaian dalam upaya mencegah berkembangnya paham radikal dan terorisme.

Intang juga mengatakan bahwa perempuan saat ini, tidak lagi menjadi korban terorisme, tetapi juga telah menjadi pelaku tindakan teror yang diawali tertangkapnya dua perempuan yang terafiliasi dengan ISIS dan terakhir terjadi di Surabaya, seorang ibu yang tega membawa anaknya yang masih belia untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Maka, diharapkan kaum perempuan yang hadir pada kegiatan ini untuk dapat menjadi penyambung lidah dalam kelompoknya masing-masing dan di keluarganya masing-masing dalam melaksanakan kontraradikalisasi sehingga dapat bersama-sama melakukan pencegahan radikalisme dan teorisme.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan workshop yang dipandu oleh fasilitastor serta menghadirkan narasumber dari The Asian Muslim Actor Network, Siti Hanifah, Dr. Hj. Intang Dulung dari BNPT RI serta Dr. KH. Amas Tajudin. (Satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook