Masuk Zona Merah, Warga Diberi Pemahaman

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 26 April 2019 - 12:41:38 WIB   |  dibaca: 368 kali
Masuk Zona Merah, Warga Diberi Pemahaman

BERI EDUKASI: Warga Padarincang menghadiri kegiatan penyuluhan penyalahgunaan napza, Rabu (24/4).

PADARINCANG – Penyalahgunaan narkoba psikotropika dan zat adiktif (Napza) tidak hanya terjadi di perkotaan namun telah masuk ke sudut-sudut perkampungan yang masyarakatnya masih menjaga nilai-nilai agama dengan ketat.

Bertempat di kantor Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (BP3) Kecamatan Padarincang, Rabu (24/4) puluhan masyarakat dari berbagai elemen seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pelajar, dan unsur masyarakat lainnya menghadiri kegiatan penyuluhan dan sosialisasi penyalahgunaan napza.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang itu bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya napza yang dapat menghancurkan masa depan anak bangsa, yang saat ini peredarannya telah masuk hingga ke perkampungan-perkampungan."Kita menghadirkan dari Polres Serang Kota, BNN Provinsi dan dinas kesehatan (Dinkes) untuk menjadi narasumber kegiatan," kata Sri Rahayu Basuki, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Serang.

Dipilihnya Kecamatan Padarincang sebagai tempat kegiatan karena terdapat dua desa, yaitu Desa Batu Kuwung dan Desa Caitasuk yang masuk zona merah peredaran narkoba. "Tahun lalu kita mengadakan kegiatan di Kecamatan Pabuaran karena juga masuk zona merah peredaran narkoba," ujarnya.

Perempuan yang juga aktif di Forum Penggiat Anti Narkoba itu mengungkapkan, selain dua kecamatan itu, BNN Provinsi juga menetapkan Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka dan Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja juga masuk dalam zona merah peredaran narkoba," tuturnya.

Diharapkan melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut masyarakat mendapatkan wawasan tentang bahaya narkoba dan konsekuensi hukum jika menggunakan dan mengedarkan narkoba. "Peserta diberitahu tentang jenis-jenis narkoba dan efek yang ditimbulkan akibat menggunakan narkoba tersebut," paparnya.

Namun sayangnya kegiatan yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat itu hanya dilaksanakan satu tahun sekali karena keterbatasan anggaran yang ada di Dinsos Kabupaten Serang. "Semua kecamatan yang masuk zona merah akan kita adakan sosialisasi. Masyarakat harus diselamatkan dari narkoba," katanya.(TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook