PSU Digelar, Jokowi Kalah Telak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 26 April 2019 - 12:59:05 WIB   |  dibaca: 661 kali
PSU Digelar, Jokowi Kalah Telak

PEMILU ULANG : Petugas TPS 02 Kampung Baruan, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran menggelar pemungutan suara ulang, Kamis (25/4).

SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang menggelar pemungutan suara ulang (PSU) untuk surat suara calon presiden dan wakil presiden di dua tempat pemungutan suara (TPS), yaitu TPS 02 Kampung Baruan dan TPS 10 Kampung Kepandean, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran. Hasil dari PSU itu, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Salahuddin Uno mengungguli paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Informasi yang berhasil dihimpun, digelarnya PSU di TPS 02 Kampung Baruang atas rekomendasi Panwascam Kecamatan Pabuaran. Panwascam menilai Ketua KPPS 02 atas nama Sukrani telah melakukan pelanggaran pemilu karena telah membuka kotak suara capres dan cawapres yang ada di sekretariat PPS untuk pengisian C1 hologram tanpa memberi tahu terlebih dahulu kepada pengawas TPS dan saksi-saksi.

Kasus yang sama juga dilakukan oleh Ketua KPPS 10 Kampung Kepandean atas nama Rosyid, sehingga Panwascam Pabuaran merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Serang untuk melakukan PSU. “Alhamdulillah berjalan lancar enggak ada masalah. Yang di PSU-kan presiden dan wakil presiden doang,” kata Umin, Ketua Panita Pemilu Kecamatan (PPK) Pabuaran, Kamis (25/4).

Umin mengaku tidak mengetahui alasan dilakukannya PSU tersebut karena pihaknya sedang fokus melakukan rekapitulasi hasil pemilu di tingkat kecamatan. “Pelanggarannya kurang tahu, saya cuman dikasih tahu sama KPU ada PSU gitu saja. Tadi (kemarin-red) saya juga tidak ke lokasi (TPS-red) hanya dapat laporan saja karena sedang ngejar target rekapitulasi di kecamatan,” ujarnya.

Terpisah, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Serang Zainal Muttaqin mengatakan, PSU baru dilakukan di dua TPS tersebut karena pihaknya baru dua hari lalu menerima rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Serang. “Kenapa baru digelar PSU karena kita baru lusa menerima permintaan untuk dilakukan PSU,” kata Zainal.

Ia menjelaskan, alasan harus dilakukannya PSU merupakan kewenangan Bawaslu karena KPU hanya menjalankan rekomendasi saja. “Alasan dilakukan PSU yang lebih tahu Bawaslu tapi infonya karena ada prosedur yang salah yang dilakukan oleh ketua KPPS saat membuka kotak suara sehingga menurut pandangan Bawaslu bisa menurunkan kepercayaan publik. Selain yang tadi (kemarin-red) tidak ada lagi rekomendasi PSU,” tuturnya.

Disoal terkait dengan hasil peroleh dari PSU tersebut, Zainal mengungkapkan, paslon capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh suara terbanyak. “Untuk TPS 02 jumlah DPT-nya 289 yang menyalurkan hak suaranya 156 orang dan suara sah 155. Paslon nomor urut 01 memperoleh suara 52 sedangkan paslon nomor urut 02 memperoleh suara 103,” ujarnya.

Kemudian, di TPS 10, jumlah DPT-nya sebanyak 296 orang, Sedangkan yang menyalurkan hak pilihnya sebanyak 255 orang dan tidak ada surat yang tidak sah. Dari 255 orang yang menyalurkan hak pilihnya paslon nomor urut 01 memperoleh suara 68 sedangkan paslon nomor urut 02 memperoleh suara 157.

Sementara itu, penyelenggara pemilu dan petugas keamanan yang meninggal dunia di Kabupaten Serang terus bertambah. Setelah sebelumnya petugas Linmas di Desa Kadubereum, Kecamatan Pabuaran atas nama Reza Agustian Maulana (24) meninggal dunia karena masuk angin saat bertugas. Kemarin, petugas Linmas TPS 12  Kampung Bugel, Desa Pasir Limus, Kecamatan atas nama Madisa juga meninggal. Menurut informasi, Madisa mengalami kelelahan saat bertugas.

Tidak hanya itu, anggota KPPS TPS 24 Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu atas nama Yoyok Winoto Priyo Wasono dinyatakan meninggal dunia akibar terkena serangan jantung saat mempersiapkan kebutuhan TPS. Yoyok meninggal dunia setelah satu minggu dirawat di Rumah Sakit Siloam.

“Iya ada yang meninggal Pak Yoyok. Kronologisnya pada saat pembuatan untuk TPS malam-malam mungkin kecapaian atau punya penyakit lain, tiba-tiba dadanya sesak terus di bawah ke Siloam. Kayanya jantung. Tadi pagi (kemarin-red) pukul 05.00 WIB dinyatakan meninggal dunia. Beliau sudah dimakamkan di Cikeurai, Kota Cilegon,” kata Ketua Tajudin Mamak, Ketua PPK Kecamatan Kramatwatu.

Tajudin mengaku telah mengkoordinasikan kematian Yoyok kepada KPU Kabupaten Serang. “Kurang tahu apakah sudah ada santunan atau belum dari KPU, kita tapi dari KPU sudah takziah ke rumah Pak Yoyok. Untuk progres pleno di kecamatan kita belum selesai, tapi insya Allah nanti malam selesai semua,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook