LP3M Akan Perbaiki Sistem Audit Internal

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Sabtu, 27 April 2019 - 11:29:24 WIB   |  dibaca: 877 kali
LP3M Akan Perbaiki Sistem Audit Internal

PAPARAN: Pemateri lokakarya sedang memaparkan pemikirannya mengenai audit internal, kemarin.

SERANG - Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menyelenggarakan lokakarya penyusunan instrumen audit mutu internal (AMI) bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, di Hotel Puri Kanaya Kota Serang.

Wawan Ichwanudin, Ketua Panitia Workshop mengatakan, LP3M berkeinginan meningkatkan audit mutu internal terhadap peningkatan mutu. Kegiatan AMI yang dilakukan oleh Untirta, tetapi ruang lingkupnya hanya terkait sidang akademik.

"Kedepan kita akan terus mengupayakan peran AMI tidak hanya bidang akademik, tetapi kebidang-bidang lainnya. Adanya Instrumen baru Akreditasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan Akreditasi Program Studi (APS) melakukan penyesuaian  dalam pelaksanaan AMI," kata Wawan, kemarin.

Di lokasi yang sama, Ketua LP3M Untirta, Rusmana dalam mengatakan, pihaknya akan melakukan perubahan besar terkait audit mutu internal. Sehingga otomatis audit mutu internal  harus berjalan dilevel fakultas.

Rektor Untirta, H. Sholeh Hidayat mengaku, dalam kurun waktu delapan tahun jumlah program studi di Untirta sebanyak 54 program studi yang sebelumnya hanya 29 program studi. Setelah terbentuk LP3M memberikan kontribusi yang positif, salah satunya adanya peningkatan akreditasi A di sejumlah program studi, diantaranya adalah PLS, Bahasa Indonesia, Manajemen, Matematika, Akutansi, Administrasi Negara."Alhamdulillah Program Studi Teknik Metarulugi sudah mendapat peringkat A, sebagai pemecah telur di Fakultas Teknik dan insya Allah akan disusul oleh Teknik Kimia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor berharap kepada seluruh civitas akademik Untirta untuk terus meningkatkan mutu yang ditandai dengan tercapainya predikat akreditasi. Sholeh menilai, dari waktu ke waktu persoalan mutu itu harus menjadi kebutuhan bersama, menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus tantangan untuk segera merespons.

"Kalau kita abai dengan mutu, maka masyarakat yang sudah berpikiran maju lama-lama akan ditinggalkan. Lembaga pendidikan yang tidak beradaptasi dengan tuntutan perubahan akan mati, karena kita tidak melakukan proses belajar dan tidak berubah," ungkapnya.

Sementara itu, Elida Purba salah seorang pembicara mengatakan, Untirta sudah sangat bagus dengan penjaminan mutu yang sudah on the right track. Para auditor dan peserta yang datang juga hampir semuanya sudah sangat memahami sistem penjaminan mutu internal," katanya.

Ia menjelaskan, ujung tombak dari penjaminan mutu adalah evaluasi diri dengan Instrumen Akreditasi Program Sudi (IAPS). "Saya berharap bukan hanya auditor berikan pemahaman perluasan wawasan tentang SPMI," harapnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook