Pabrik Plastik Terbakar, 2 Karyawan Terpanggang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 27 April 2019 - 11:42:48 WIB   |  dibaca: 688 kali
Pabrik Plastik Terbakar, 2 Karyawan Terpanggang

TERJEBAK : Kepolisian dibantu warga mengevakuasi korban di dalam pabrik plastik yang hangus terbakar, Jumat (26/4).

KAB TANGERANG - Pabrik plastik milik PT Panca Agung di Kampung Tarisi, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang terbakar hebat, Kamis (25/4) malam. Dalam kejadian itu, dua karyawan meninggal dengan kondisi hangus terbakar. Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kebakaran bermula dari ruang produksi yang kemudian merembet ke penggilingan hingga menjalar ke bahan-bahan mentah plastik.

Suara ledakan kencang membuat geger warga sekitar. Kemudian ledakan pertama itu langsung disusul kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. Ledakan pertama langsung menimbulkan kepanikan terhadap karyawan yang berada di sekitar pabrik.

Karyawan berlarian menuju pintu pagar yang berada di depan pabrik. “Pas sudah di pintu keluar, kedua korban kembali lagi ke dalam pabrik untuk mengambil HP (handphone) yang tertinggal,” kata Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji kepada wartawan disela-sela evakuasi kedua korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (26/4).

Trisno menjelaskan, saat si jago merah terus membesar, anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang dibantu warga sekitar pabrik ikut memberi bantuan. Mereka berusaha memadamkan api. Nahasnya, usaha penyelamatan itu kalah cepat dibandingkan api yang telah membumbung tinggi. Akibatnya, dua karyawan bernama Lia Amelia (21), dan Ayu (20) tewas terjebak dengan kondisi mengenaskan. “Kedua korban ditemukan di bagian belakang ruangan pabrik, Jumat (26/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Tubuh mereka hangus terpanggang hingga sudah tidak bisa dikenali,” jelasnya.

Trisno menambahkan, pihaknya akan melakukan peyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran itu. Untuk sementara, kata Trisno, pihaknya fokus mengevakuasi korban ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan forensik.

Pihaknya berharap pihak keluarga korban membawa data gigi serta foto korban yang tersenyum guna memudahkan proses pencarian identitas para korban. “Saat ini, kami fokus untuk mengidentifikasi korban karena sudah sulit untuk dikenali. Setelah itu, kami akan memanggil saksi-saksi termasuk pemilik pabrik untuk  mengetahui peyebab kebakaran,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Agus Suriyana menjelaskan, petugas damkar sudah maksimal untuk membantu memadamkan api yang membakar pabrik plastik milik PT Panca Agung. Bahkan, petugas menurunkan lima mobil damkar. Namun butuh waktu 15 jam untuk memadamkan api.

“Petugas damkar kesulitan untuk memadamkan api karena didalam pabrik banyak bahan-bahan yang mudah terbakar. Selain itu, petugas kesulitan mencari sumber air,” jelas Agus kepada wartawan di kantor Kecamatan Panongan.

Selain itu, Kata Agus, petugas damkar kesulitan untuk masuk ke dalam pabrik karena tidak ada pintu darurat. Untuk itu, Agus berharap, ke pemilik pabrik  yang ada di Kabupaten Tangerang untuk menyediakan pintu darurat untuk evakuasi karyawan dan untuk masuk petugas damkar memadamkan api saat terjadi kebakaran. “Pemilik pabrik harus menyediakan pintu darurat. Jika ada pintu darurat memudahkan untuk evakuasi dan masuk petugas damkar saat kebakaran,” katanya.

Sementara itu, salah seorang karyawan PT Panca Agung, Ani Susilawati (23) mengaku, tidak mengetahui peristiwa awal terjadi kebakaran di pabriknya. Hal itu karena ledakan pertama dan disusul asap hitam muncul pertama kali di ruang produksi, sedangkan Ia bekerja di bagian pengepakan. “Saat pertama ledakan di ruang produksi, saya spontan keluar pabrik disusul ratusan karyawan,” singkatnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook