Asep Rahmatullah Tak Lolos ke Parlemen

nurul roudhoh   |   Politik  |   Senin, 29 April 2019 - 13:42:25 WIB   |  dibaca: 2168 kali
Asep Rahmatullah Tak Lolos ke Parlemen

Foto Asep Rahmatullah saat sedang di wawancara.

SERANG – Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah diprediksi tak akan kembali mengisi satu dari 85 kursi parlemen Banten periode 2019-2024. Hal tersebut terjadi lantaran PDIP tak mendapatkan jatah kursi di Kota Serang sebagai daerah pemilihan (dapil) tempat Asep mencalonkan diri.“Hasil dari pada quick count (hitung cepat-red) kemungkinan lah ya karena kita juga menunggu pleno KPU secara keseluruhan. Itu kita hilang antara dua kursi yaitu Cilegon dan Kota Serang termasuk saya terhempas,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Minggu (28/4).

Seperti diketahui, pada Pileg 2014 lalu PDIP menjadi partai pemenang dengan perolehan 15 kursi dan 842.690 suara. Saat itu Asep berhasil mengamankan satu dari lima kuota kursi DPRD Banten dari dapil Kota Serang.

Asep yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Banten itu menuturkan, salah satu penyebab dirinya terpental dari kursi wakil rakyat adalah dampak dari pemilu serentak. Dimana pelaksana pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dilaksanakan bersamaan. Atmosfer politik yang dinamis, terutama di pilpres membuat suara parpolnya tergerus.

“Hasil dari akibat pileg dan pilpres disatukan jadi ini lah kena imbasnya. Kemarin saya banyak konsen di pilpres. kepentingan pribadi saya diserahkan ke konsultan, ternyata konsultan sendiri tidak mampu mendongkrak terhadap konteks kepentingan suara saya,” katanya.

Asumsinya diperkuat dengan hasil minor pileg tingkat kabupaten/kota di Banten. Dia mencontohkan di Kabupaten Lebak di mana posisi PDIP sebagai parpol pemenang tergeser. Padahal, di sana PDIP selalu menjadi parpol penguasa.  

“Di Lebak saja basis (Mulyadi) Jayabaya (pentolan PDIP di Lebak) tumbang, Pandeglang apalagi. Serang saja kalau kita berbicara unsur kekuatan, saya rasa enggak kurang-kurang banget. Tapi kan faktanya tidak seperti itu, ini kan anomali politik yang diakibatkan gesekan terlalu panjang, waktu kampanye hampir delapan bulan,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Padepokan Pencak Silat Banten itu juga mengaku, dia juga terlalu percaya diri menghadapi pileg ini. Meski demikian, hasil buruk diakuinya juga telah diterima dengan lapang dada dan tidak memersoalkannya. Kondisi itu juga telah diketahui Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang justru memberikan dukungan kepadanya.

“Ya enggak ada masalah, yang namanya kehidupan ada roda berputarnya. Enggak pernah punya cita-cita jadi ketua DPRD, Allah yang memberikan, semua atas izin Allah. Mungkin ini Allah kasih jalan yang terbaik buat saya. Yang penting saya secara kelembagaan tidak kalah secara nasional, ini perjuangan. Artinya kita masih jadi partai penguasa,” tuturnya.

Disinggung soal perolehan untuk kursi DPRD Banten, dengan prediksi hilangnya dua kursi maka PDIP akan mengirimkan 13 kadernya ke gedung parlemen. Rinciannya, daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Tangerang A dan B masing-masing dua kursi. Di Dapil Kota Tangerang A dua kursi dan B satu kursi. Sementara untuk Dapil Kota Tangerang Selatan dua kursi.

“Pandeglang dan Kabupaten Serang satu kursi serta Kabupaten Lebak kemungkinan dua kursi. Yang lolos cuma Kota Serang dan Cilegon. Sekalipun saya masuk (lolos ke parlemen) posisinya bukan Ketua DPRD,” ujarnya.

Pada bagian lain, sejumlah parpol juga sudah memiliki prediksi terkait perolehan jumlah kursi untuk DPRD Banten.Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Ahmad Fauzi misalnya yang memerkirakan ada sembilan kadernya yang akan duduk di kursi DPRD Banten. “Kemungkinan delapan sampai sembilan kursi yang lepas cuma satu, Kota Cilegon kayaknya. Untuk dapil lainnya ada semua. Jadi kita bertambah dua kursi dari pemilu sebelumnya,” katanya.

Kenaikan jumlah kursi juga diklaim oleh Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Banten Andra Soni. Dari tabulasi internal parpol diprediksi sudah ada 17 kursi yang berhasil diamankan. Sementara pada Pemilu 2014, Gerindra hanya mendapat 10 kursi. “Kita dikisaran 16 sampai 17 kursi, maksimal 18 kursi,” ungkapnya.

Infomasi yang dihimpun, karena kenaikan drastis ini lah yang mengakibatkan Asep Rahmatullah gagal kembali parlemen. Sebab, dari kuota lima kursi di Dapil Kota Serang, Gerindra menyabet dua di antaranya di mana satu kursi yang diambil sebelumnya ditempati PDIP.

Prediksi peningkatan jumlah kursi juga disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Banten Azwar Anas. Dituturkannya, jika pada Pemilu 2014 partai berlambang mercy itu hanya memeroleh delapan kursi, maka kini jumlahnya bertambah dua menjadi 10 kursi. “Untuk saat ini kursi pimpinan masih aman. Prediksi 10 kursi naik dua dari Pemilu 2014,” ujarnya.

Jika ketiga parpol memprediksi raihan kursinya naik, maka Golkar dari sumber Banten Raya di DPD Golkar Banten yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, diprediksi tak mengalami perubahan di angka 15 kursi.

Hasil stagnan juga dari informasi yang dihimpun terjadi untuk NasDem dengan lima kursi. Dapil menyumbang pun masih sama kecuali untuk Kabupaten Serang yang tahun ini tak mengirimkan wakilnya. Kehilangan satu kursi itu mampu ditutupi oleh dapil Kota Serang tak kini bisa mendapatkan satu kursi.

Sementara untuk parpol lainnya yang berhasil diwawancarai Banten Raya mengaku bernasib sama dengan PDIP. Wakil Sekretaris DPD Hanura Provinsi Banten Akhmad Jajuli di mana parpolnya memprediksi hanya bisa mengamankan dua sampai tiga kursi. Turun 50 persen dibanding Pemilu 2014 dengan 6 kursi.

“Penurunan karena masalah internal di Hanura dan maraknya praktik politik uang yang dilakukan oleh para oknum caleg. Tiga kursi dari Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang A dan Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Prediksi penurunan jumlah kursi juga disampaikan Ketua DPW PPP Provinsi Banten Agus Setiawan.  Perolehannya diperkirakan turun satu kursi dibanding Pemilu 2014 yang saat itu berhasil mendapatkan delapan kursi. “(Prediksi) tujuh kursi,” ungkapnya.    

Informasi yang dihimpun dari website pemilu2019.kpu.go.id, Gerindra bertengger di urutan pertama dengan prosentase perolehan suara sebesar 14,99 persen dengan 55.889 suara. Sementara di posisi kedua ada PDIP dengan 13,57 persen dengan 50.610 suara dibuntuti Golkar dengan 12,89 persen dengan 48.064 suara.

Posisi keempat diisi oleh PKS dengan raihan 10,93 persen dengan 40.571 suara dan melengkapi kursi pimpinan ada Demokrat dengan 8,21 persen dengan 30.623 suara. Urutan selanjutnya secara berturut-turut adalah PKB 9,29 persen dengan 34.956 suara, PPP 6,55 persen dengan 24.421 suara, NasDem 6,38 persen dengan 23.798 suara, PAN 4,45 persen dengan 16.592 suara, Berkarya 2,89 persen dengan 10.787 suara, Hanura 2,71 persen dengan 10.127 suara.

Selanjutnya, Perindo 3 persen dengan 11.196 suara, PSI 2,05 persen dengan 7.698 suara, PBB 1,38 persen dengan 5.155 suara, Garuda 0,5 persen dengan 1.893 suara serta PKPI 0,22 persen dengan 823 suara. Data yang disajikan berdasarkan pantauan hingga Minggu (28/4) pukul 20.00 WIB. Saat itu progres penghitungan yang diunggah mencapai 6,5 persen atau sekitar 2.188 dari total 33.471 tempat pemungutan suara (TPS).

Sebagai pembanding, perolehan suara dan kursi parpol pada Pemilu 2014 terdiri atas PDIP dengan 15 kursi dan 842.690 suara. Golkar 15 kursi dan 808.920 suara, Gerindra 10 kursi dan 576.193 suara, Demokrat 8 kursi dan 474.996 suara.

Lalu PPP 8 kursi dan 394.543 suara, PKS 8 kursi dan 379.328 suara, PKB 7 kursi dan 390.887 suara, Hanura 6 kursi dan 349.726 suara. Kemudian Nasdem 5 kursi dan 326.256 suara serta PAN 3 kursi dan 284.376 suara.

Sementara untuk dapil baik untuk Pemilu 2014 dan 2019 masih sama, yaitu sebanyak 10 dapil. Rinciannya, Banten 1 (Kota Serang) dengan kuota 5 kursi,  Banten 2 (Kabupaten Serang) sebanyak 12 kursi. Banten 3 (Kabupaten Tangerang A) 10 kursi, Banten 4 (Kabupaten Tangerang B) 11 kursi, Banten 5 (Kota Tangerang A) 8 kursi dan Banten 6 (Kota Tangerang B) 6 kursi.Selanjutnya, dapil Banten 7 (Kota Tangerang Selatan 11 kursi, Banten 8 (Kebupaten Lebak) 9 kursi, Banten 9 (Kabupaten Pandeglang) 10 kursi serta Banten 10 (Kota Cilegon) dengan kuota 3 kursi. (dewa) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook