Pedagang Timun Suri Raup Jutaan Rupiah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 09 Mei 2019 - 12:47:06 WIB   |  dibaca: 319 kali
Pedagang Timun Suri Raup Jutaan Rupiah

RAUP UNTUNG: Pedagang menata timun suri di lapaknya di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, kemarin. Awal bulan Ramadan ini pedagang buah timun suri meraup omset hingga jutaan rupiah.

SERANG- Pedagang timun suri di Pasar Induk Rau (PIR) mengeruk omset hingga jutaan rupiah per hari, pada bulan suci ramadan 1440 Hijriyah. Adalah Yono salah satu pedagang yang mendapatkan untung besar dari hasil menjual buah yang memiliki khas warna kuning keemasan tersebut.

Yono mengatakan, sejak berjualan pada hari pertama puasa dirinya berhasil menjual 1 ton timun suri kepada pembeli dengan keuntungan hingga Rp 5 juta. “Stok buah timun surinya ada 1,4 ton, yang sudah terjual sampai hari ini 1 ton. Sisanya tinggal empat kuintal lagi. Alhamdulillah saya sudah mengantongi Rp 5 juta,” kata Yono kepada Banten Raya, Selasa (7/5) siang, pukul 12.00.

Disingung perihal keuntungan bersih hasil dari penjualan timun suri, Yono enggan merinci secara detail. “Kalau keuntungan bersihnya saya belum hitung. Tapi yang jelas sih dari Rp 5 juta yang saya dapat sampai hari ini sudah pulang modal dan untung,” aku dia.

Ia menjelaskan, biasanya pembeli yang datang di lapak timun surinya mulai berdatangan pagi dan sore. “Kalau pagi sekitar jam 4 subuh sampai jam 8 pagi. Kalau pembeli sore biasanya datang mulai dari jam 4 sore sampai 5 sore,” jelasnya.

Yono menuturkan, pihaknya tidak menjual buah timun suri secara eceran tapi per kilogram (kg). Satu kilogram buah timun suri ia jual dengan harga Rp 5000. “Kita tidak jual eceran tapi per kilo. Sekilo Rp 5.000,” tutur Yono.

Untuk pasokan buah timun suri ia mendapatkannya dari Baros, Kabupaten Serang. Kata Yono, pihaknya tidak kesulitan karena ketersediaan buah timun suri masih sangat berlimpah. “Untuk pasokan buah timun suri masih bagus. Karena kan masih awal-awal puasa,” katanya.

Meski begitu, sambung Yono, pihaknya memprediksi peningkatan penjualan buah timun suri akan mengalami penurunan ketika sudah memasuki pertengahan dan akhir ramadan. “Sekarang mungkin penjualannya meningkat karena memang permintaan warganya pun masih tinggi. Tapi biasanya kalau sudah mendekati lebaran akan mulai berkurang, iya mungkin warganya juga sudah fokus untuk belanja persiapan lebaran seperti baju dan mudik,” ungkapnya.

Umar, mengaku membeli buah timun suri untuk dijual kembali di kampung halamannya. “Saya beli 10 kilogram. Rencananya mau saya jual di depan rumah,” ujar kakek berusia 60 tahun asal Kabupaten Pandeglang ini. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook