Median Jalan Bahayakan Pengguna SSA

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 09 Mei 2019 - 13:09:16 WIB   |  dibaca: 134 kali
Median Jalan Bahayakan Pengguna SSA

BERBAHAYA: Pengendara melintasi median jalan di Jalan Ahmad Yani Kota Serang yang terlalu tinggi, Rabu (8/5). Media jalan ini membahayakan pengguna jalan yang menggunakan SSA karena tidak dapat melihat kendaraan dari lajur kiri yang akan masuk ke SSA.

SERANG- Median jalan tinggi yang ada di sepanjang jalan Veteran sampai dengan Ahmad Yani membahayakan pengendara jalan ketika sistem satu arah (SSA) diaktifkan. Media jalan yang terlalu tinggi membuat pandangan pengendara tidak bisa melihat kendaraan yang akan mengubah arah masuk ke jalur sistem satu arah.

Kasat Lantas Polres Serang Kota AKP Ali Rahman mengatakan bahwa sampai saat ini polisi, dinas perhubungan, dan lembaga tekait lain masih mematangkan sistem satu arah agar saat diterapkan tidak menimbulkan masalah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah median jalan sepanjang jalan dari Pisang Mas sampai Sumur Pecung yang cukup tinggi dan menghalangi pandangan pengendara dari lajur kanan.

Sehingga ketika ada kendaraan yang masuk ke jalur sistem satu arah dari lajur kiri, maka kendaraan dari kanan tidak akan bisa melihatnya. Untuk itu perlu ada perombakan pada bangunan media jalan agar kendaraan yang akan masuk ke sistem satu arah dapat terlihat oleh kendaraan lain.

“Saya pernah memakai mobil sedan memang tidak kelihatan ketika ada kendaraan yang mau masuk,” kata Ali usai rapat evaluasi uji coba sistem satu arah tahap kedua di kantor Dinas Perhubungan Kota Serang, Rabu (8/5).

Ali mengatakan bahwa karena media jalan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Banten, maka perlu ada koordinasi agar median jalan itu bisa diubah. Minimal dipangkas agar kendaraan dari lajur lain terlihat. Ia mengatakan karena lima jalan yang akan digunakan sebagai sistem satu arah merupakan kewenangan pemerintah pusat, Pemprov Banten, dan Pemkot Serang, maka segala kebijakan tidak bisa diambil sendiri melainkan harus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait itu.
“Karena ada kewenangan-kewenangan itu, maka sistem satu arah masih kita uji coba,” katanya.

Ali menyatakan bahwa semua pihak berkeinginan agar sistem satu arah segera diterapkan secara permanen. Hanya saja persoalannya tidak semudah itu. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, misalkan terkait pemangkasan median jalan yang harus dilakukan oleh Pemprov Banten, karena bangunan tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Sementara itu tim juga tidak ingin terburu-buru menerapkan sistem satu arah tetapi berdampak banyaknya korban akibat penerapan sistem ini.
“Kalau asal bongkar nanti ada temuan BPK bagaimana?”ujarnya.

Kepala Bidang Dalops dan Rekayasa LLAJ pada Dinas Perhubungan Kota Serang Herunajaya mengatakan bahwa dinas perhubungan akan melayangkan surat permohonan pemangkasan media jalan ke Pemprov Banten. Sebab sepanjang Jalan Ahmad Yani yang dijadikan sistem satu arah terdapat 5 belokan yang berubah fungsi dari u turn menjadi pengubah arah.

Selain itu, radius tikung di Pisang Mas juga perlu ada pelebaran karena saat ini tikungan di lokasi tersebut terlalu tajam. Pembangunan ini juga merupakan tanggung jawab Pemprov Banten. “Tadi perwakilan dari provinsi menyambut baik terkait median jalan. Kita akan layangkan surar ke provinsi terkait median jalan,” katanya.

Herunajaya mengatakan uji coba sistem satu arah akan kembali dilakukan pada 13 Mei sampai dengan menjelang Idul Fitri. Selama puasa ini, sistem satu arah akan berlangsung pada pukul 14.00-18.00 karena pada jam-jam ini terjadi kemacetan.“Uji coba ini dalam rangka sosialisasi agar masyarakat tidak lupa dengan SSA sambil mengurus hal-hal lain yang terkait dengan penerapan SSA ini,” ujarnya.
 
Plt Kepala Dishub Kota Serang Maman Luthfi menyatakan bahwa Dishub Kota Serang akan menyurati Dishub Banten dan meminta rekomendasi. Surat rekomendasi ini berguna sebagai salah satu syarat dari akan dibuatnya Peraturan Walikota Serang tentang sistem satu arah. Dengan adanya legitimasi ini, maka penerapan sistem satu arah akan menjadi sesuatu yang legal karena memiliki dasar. (tohir)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook