Dinkes Temukan Makanan Berbahaya

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 09 Mei 2019 - 13:11:31 WIB   |  dibaca: 213 kali
Dinkes Temukan Makanan Berbahaya

PEMERIKSAAN: Petugas gabungan memeriksa makanan yang didapatkan dari Pasar Taman Sari, Rabu (8/5). Sejumlah makanan yang diperiksa terbukti mengandung bahan berbahaya.

SERANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menemukan makanan berbahaya saat memeriksa makanan di Pasar Taman Sari, Kota Serang. Makanan itu teridentifikasi mengandung pewarna tekstil dan pengawet kimia.

Staf Farmasi dan Alat Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Evy Nursa'adah mengatakan bahwa sampel makanan yang diperiksa dari Pasar Taman Sari di antaranya adalah tahu putih, terasi, cumi asin, bontot, ikan asin, sotong, cireng, dan bakso.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, pada terasi positif mengandung rhodamin b, yaitu zat pewarna sintesis yang biasa digunakan untuk mewarnai pakaian. Sedangkan pada makanan sotong diketahui positif mengandung boraks atau zat pengawet kimia. Boraks biasa digunakan untuk mengawetkan furnitur dan kayu."Ada juga tahu putih mengandung formalin tapi itu dilakukan oleh BPOM," ujar Evy, Rabu (8/5).

Formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat.Evy menyatakan bahwa selain Pasar Taman Sari, tim juga memeriksa makanan kemasan yang ada di Lotte Mart. Hasilnya, ada satu makanan berupa buah beku jenis strawberi, yang kemasannya masih kemasan Korea.

Makanan itu belum ada tanda dari otoritas berwenang di Indonesia yang menyatakan itu adalah makana dari luar negeri yang biasanya diberikan kode LN. Selain itu, pada kemasan juga tidak ada satu pun yang menggunakan bahasa Indonesia.“Padahal seharusnya ada bahasa Indonesianya,” katanya.

Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan pada Dinkes Kota Serang Ade Elman Suhendar mengatakan bahwa konsumsi zat berbahaya seperti rhodamin b dan boraks dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama akan menyebabkan penyakit kanker. Untuk itu ia berharap masyarakat waspada saat membeli makanan dengan menelitinya terlebih dahulu.


Rhodamin B biasa digunakan oleh pedagang untuk membuat makanan memiliki warga yang terang dan menarik. Sementara formalin digunakan untuk pengawet agar makanan tidak cepat busuk.Plt Kepala Dinkes Kota Serang M Ikbal mengatakan bahwa dinas kesehatan bertanggung jawab memastikan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi masyarakat. Karena itu dinkes, disdagperinkop UKM Kota Serang, BPOM, dan Dinkes Banten menggelar pemeriksaan makanan dan minuman.

Pemeriksaan berikutnya akan dilakukan di pasar-pasar yang lebih besar, misalkan pasar Rau. Ikbal menuturkan bahwa ada cara sederhana melihat sebuah makanan apakah mengandung zat berbahaya atau tidak. Makanan yang mengandung boraks biasanya lebih lentur, kenyal, dan lebih tahan lama atau tidak mudah basi.

Padahal makanan itu mudah basi, misalnya tahu. Pada ikan atau daging ayam, bisanya tidak ada lalat yang mengerumuni karena sudah tidak ada bau amis.“Kalau ada makanan yang warnanya ngejreng waspada jangan-jangan pakai rhodamin b,” katanya seraya menambahkan biasanya makanan untuk anak-anak memiliki warga yang mencolok. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook