Ribuan Jiwa Tinggal di Zona Rawan Longsor

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 09 Mei 2019 - 13:34:59 WIB   |  dibaca: 233 kali
Ribuan Jiwa Tinggal di Zona Rawan Longsor

RINGSEK: Satu unit mobil rusak setelah tertimpa longsoran tembok perumahan sepanjang 25 meter dan tinggi enam meter di Perumahan Lereng Bukit Indah, Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, 8 April lalu.

KOTA TANGSEL- Ribuan warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tinggal di Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kelurahan Krangga, dan Kelurahan Muncul. Padahal, berdasarkan Badan Informasi Geospasial (Bakosurtanal) tiga kelurahan tersebut termasuk wilayah rawan bencana longsor.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Tangsel, Muhammad Hasyim mengatakan, bencana longsor di wilayah Tangsel tahun ini telah menelan korban jiwa, yakni seorang balita di daerah Ciputat, beberapa waktu lalu. "Tangsel masuk zona merah daerah rawan longsor. Berdasarkan hasil pemetaan Peta Bakosurtanal, sedikitnya ada 16 titik lokasi rawan longsor di Tangsel," kata pria yang akrab dipanggil Hasyim, kepada wartawan di BPBD Kota Tangsel, Rabu (8/5).

Hasyim menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan Bakosurtanal, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, memiliki 2 titik rawan longsor. Kemudian, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu memiliki 7 titik, dan Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu memiliki 12 titik. "Jadi, di atasnya lereng pemukiman warga, historisnya, dulu itu sumber galian pasir di Serpong," ucap Hasyim.

Menurut Hasyim, banyak wilayah di Tangsel yang setelah dieksploitasi untuk tambang dan pengembang, dibiarkan begitu saja menjadi perbukitan, sehingga rawan terjadi longsor. "Jadi, setelah dieksploitasi beberapa lama, ditinggalin dan tidak ada rekayasa teknis. Akhirnya, jadi potensi bencana longsor," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat BPBD Tangsel Ade Wahyudi menambahkan, selain titik rawan longsor yang sudah dipetakan oleh Bakosurtanal. Beberapa titik perumahan di Kecamatan Ciputat juga rawan longsor. Hal itu karena, pembangunan tembok penahan tebing di sejumlah perumahan mulai tergerus air.

"Jadi, itu rumah di atasnya cuma ditembok, panjangnya ada sekira 20 meter, dan banyak yang sudah tergerus. Itu rumah yang di atasnya rawan longsor, karena ketarik ke bawah. Kemarin rumah itu terkena longsoran dari tebing di atasnya," singkat Ade.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimnta) Kota Tangsel Bedi mengatakan, pihaknya masih belum punya anggaran terkair perawatan dan pembangunan turap di daerah perumahan. “Memang bener, ada beberapa kawasan perumahan di Kota Tangsel rawan longsor karena turap mulai retak-retak. Namun kami tidak bisa berubuat banyak karena tidak memiliki anggaran,” singkatnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook